Berita Cilacap
8 Napiter Lapas Karanganyar Nusakambangan Cilacap Ucap Ikrar Setia NKRI
Delapan narapidan terorisme Lapas Karanganyar, Nusakambangan, Cilacap, mengucapkan ikrar sumpah NKRI, Jumat.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Delapan narapidana terorisme (napiter) di Lapas Karanganyar, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, mengucapkan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pengucapan ikrar kesetiaan NKRI ini menjadi bukti mereka kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
Upacara pengambilan sumpah ikrar kesetiaan berlangsung khidmat di Aula Chandra Nawasena Lapas Karanganyar, Jumat (29/11/2024).
Acara dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Karanganyar Riko Purnama Candra dan dihadiri petugas lapas, serta perwakilan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya UPT Nusakambangan, Densus 88 AT, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap.
Kalapas Karanganyar Riko Purnama Candra berharap, ke depan, delapan napiter tersebut dapat menjadi warga negara yang baik dan bermanfaat bagi lingkungan.
"Anak-anak kita semua yang saya banggakan, saya mengucapkan selamat bergabung kembali kepada negara Indonesia tercinta ini."
"Semoga, lewat ikrar ini, kalian bisa menjadi warga negara yang baik, berguna bagi bangsa dan negara, bermanfaat bagi masyarakat, serta taat terhadap hukum," harap Riko di hadapan napiter, dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (2/12/2024).
Baca juga: Momen Napiter di LP Purwokerto Dikunjungi Keluarga, Dirangkul Agar Kembali ke NKRI
Riko mengatakan, kembalinya delapan napiter tersebut ke pangkuan NKIR merupakan buah kerja keras seluruh pihak, baik petugas lapas maupun para stakeholder.
Dia pun berkomitmen, bersama petugas Lapas Karanganyar untuk selalu berusaja agar napiter lain dapat mengikuti jejak kedelapan napiter ini, kembali ke pangkuan NKRI.
"Kami terus berikhtiar agar narapidana terorisme lain dapat kembali ke pangkuan NKRI," ujarnya.
Menurut Riko, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deradikalisasi yang berkelanjutan.
Tujuannya, mencegah napiter kembali terlibat dalam jaringan terorisme.
"Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk Densus 88 AT, BNPT, Kementerian Agama, Polri, TNI, serta Balai Pemasyarakatan," kata dia.
Para napiter tersebut juga diharapkan dapat menjalani kehidupan baru sebagai warga negara yang produktif dan berkomitmen menjaga persatuan dan keamanan bangsa.
Menurutnya, proses deradikalisasi yang berhasil tidak hanya dinilai dari aspek asesmen tetapi juga dari perubahan nyata dalam perilaku dan tingkat kepatuhan warga binaan.
"Upacara ini menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung upaya deradikalisasi sebagai bagian dari tujuan besar sistem pemasyarakatan di Indonesia," imbuh Riko.
Sebagai informasi, tujuh dari kedelapan napiter tersebut merupakan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Sedangkan satu lainnya, berasal dari jaringan Pondok Pesantren Umar Bin Khattab NTB. (*)
Cilacap Siaga Banjir! Hujan Lebat Masih Sering Turun, Tanggul Sungai Citanduy Hampir Jebol |
![]() |
---|
Mahasiswa STMIK Komputama Sulap Gedebok Jadi Kerajinan Tangan, Dapat Penghargaan dari Telkom |
![]() |
---|
Lapas Nirbaya Nusakambangan Cilacap Kedatangan 191 Napi dalam Sehari, Kerja Produktif Telah Menanti |
![]() |
---|
2 Alat Pendeteksi Dini Tsunami Dipasang di Cilacap, Cover 10 Kecamatan Rawan Terdampak |
![]() |
---|
Sering Dikunjungi Warga, RTH Cilacap Dipenuhi Sampah Plastik Bekas Makanan. Terkumpul 8 Kantong |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.