Pilkada 2024

Terima 4 Aduan Politik Uang di Masa Tenang, Bawaslu Kota Semarang Kesulitan Ungkap Kasus di Lapangan

Bawaslu Kota Semarang menerima empat aduan soal politik uang selama masa tenang Pilkada 2024. Namun, mereka kesulitan mengungkap lantaran

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (31/1/2024). Minggu (1/12/2024), Arief mengatakan, Bawaslu Kota Semarang menerima aduan resmi soal politik uang selama masa kampanye. Sayang, saat ditelusuri, kejadian nihil. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menerima aduan terkait politik uang di masa tenang Pilkada 2024.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengatakan, empat aduan terkait politik uang itu masuk melalui kanal resmi Bawaslu di media sosial. 

"Itu yang lapor ke kanal resmi. Kalau yang fyp (for your page) atau muncul di media sosial, mungkin banyak, karena tidak tersalurkan media resmi ya kami tidak melakukan penelusuran," papar Arief, Minggu (1/12/2024). 

Arief menyebut, politik uang dilaporkan terjadi di Kecamatan Semarang Barat.

Informasi itu dilaporkan melalui direct message (DM) media sosial Bawaslu Kota Semarang, disertai foto dan jalan. 

"Kami teruskan ke jajaran kami untuk menelusuri ke lapangan tapi tidak ada. Setelah kita tanya, ternyata, itu kejadian siang hari, lapornya malam hari," jelasnya. 

Arief juga menerima aduan politik uang terjadi di Tembalang.

Pihaknya pun mencoba menelusuri namun kondisi di lapangan sepi. 

"Ini nggak tahu apakah bagian strategi menggiring satu tempat kemudian tempat lain dimaksimalkan atau bagaimana," ujarnya. 

Baca juga: Kasus Polisi Tembak Siswa Semarang: Korban Datangi Ayah Lewat Mimpi, Keluarga Minta Pelaku Dipecat

Dari hasil penelusuran yang dilakukan Bawaslu 1x24 jam, dia mengungkap, tidak ada bukti yang bisa menguatkan atas dugaan politik uang yang masuk melalui kanal resmi di media sosial. 

Diakuinya, Bawaslu cukup terkendala dalam menelusuri aduan politik uang

"Yang mengadukan, sebagian besar nggak berkenan membuat laporan secara resmi, bahkan minta tolong dirahasiakan."

"Ini hal-hal menjadi kendala kami mengungkap politik uang tersebut," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved