Selasa, 14 April 2026

Pilkada 2024

44 TPS di Blora Berada di Daerah Susah Sinyal Internet, Bawaslu Tingkatkan Pengawasan

Bawaslu Blora tingkatkan pengawasan di 44 TPS yang berada di daerah sulit jaringan internet. Imbasnya pada unggah hasil Pilkada di Sirekap.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IQBAL SHUKRI
Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Blora, Muhammad Mustain. Bawaslu Blora mencatat ada 44 TPS Pilkada 2024 di daerah sulit jaringan internet. Hal ini bakal berdampak pada pengunggahan data hasil Pilkada 2024. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Hasil penghitungan suara Pilkada 2024 di 44 tempat pemungutan suara (TPS) di Blora terancam tak bisa up to date di aplikasi Sirekap lantaran kendala jaringan internet.

Terkait hal ini, Bawaslu Blora meningkatkan pengawasan untuk mencegah terjadinya kecurangan akibat kendala tersebut.

Selain daerah kendala jaringan internet, Bawaslu Blora juga memetakan TPS rawan karena akses listrik yang susah.

Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Blora, Muhammad Mustain mengatakan, TPS susah aliran listrik ada di wilayah Kecamatan Jati.

"Kami telah memetakan TPS yang rawan, seperti aliran listrik yang susah, itu ada di Desa Bangkleyan, Kecamatan Jati," kata Mustain, Selasa (26/11/2024).

Baca juga: Akun Instagram KPU Blora Tawarkan Iphone 15 Promax, Komisioner Pastikan Terjadi Peretasan

Catatan Bawaslu Blora, kata Mustain, ada sekitar 10 TPS yang rawan karena akses listrik susah.

Selain itu, di beberapa wilayah juga terdapat TPS rawan karena jaringan internet susah.

"Untuk yang jaringan internet susah itu ada di wilayah Kecamatan Todanan, seperti di Desa Ngumbul, kemudian Desa Kedungwungu, di sana juga ada TPS yang akses internetnya agak susah," terangnya.

Mustain menyampaikan, susahnya jaringan internet bakal berdampak saat petugas mengunggah atau upload data ke Sirekap.

"Berdasarkan catatan kami, untuk akses jaringan internet, yang susah itu ada sekitar 44 TPS. Itu nanti berefek saat upload di Sirekap, yang bisa mengalami kendala," jelasnya.

Menanggapi TPS yang ada di wilayah jaringan internet susah, Koordinator Divisi (Koordiv) Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Blora, Ahmad Mustakim mengatakan, upaya memasukkan data ke Sirekap bisa dilakukan saat offline.

"Kalau yang jaringannya susah itu nanti Sirekap menggunakan offline dulu masih bisa, kemudian nanti bisa dikirim ketika sinyalnya bagus," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved