Pilwakot Semarang 2024
Pengamat Sebut Yoyok-Joss Diunggulkan di Pilkada Kota Semarang Karena Faktor Ini
Pengamat politik UIN Walisongo Semarang, M Kholidul Adib menuturkan, pasangan Yoyok Sukawi dan Joko Santoso memiliki peluang besar untuk unggul.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pengamat politik UIN Walisongo Semarang, M Kholidul Adib menuturkan, pasangan Yoyok Sukawi dan Joko Santoso memiliki peluang besar untuk unggul, terutama karena faktor agama yang masih menjadi pertimbangan sebagian pemilih.
Namun, politisasi agama dalam demokrasi Indonesia memang banyak menuai kritik.
"Memilih kandidat atas dasar kesamaan agama adalah hak warga negara, tetapi menjadikan agama sebagai faktor utama tentu tidak baik bagi pengembangan demokrasi," kata Kholidul Adib.
Baca juga: Bawaslu Kota Semarang Adukan 2 ASN ke BKN Gara-gara Tunjukkan Dukungan ke Paslon Pilkada
Menurutnya, satu topik yang ramai dibicarakan pada Pilwakot Semarang 2024 adalah agama yang dianut satu calon Wali Kota Semarang yakni Agustina Wilujeng.
Agustina adalah figur yang diusung PDIP, partai nasionalis yang mengusung kesetaraan hak politik bagi semua warga negara.
Namun, kalangan pemilih religius masih menjadikan agama sebagai faktor utama dalam menentukan pilihan.
Meski demikian, Adib memaparkan survei Y-Publica pimpinan Rudi Hartono menunjukkan bahwa isu agama tidak terlalu dominan dalam Pilwalkot Semarang 2024.
Baca juga: Di Hadapan Ribuan Anak Muda di Semarang, Kaesang Ajak Menangkan Pasangan Baju Biru
Dalam hasil survei yang dirilis di River View Café, Semarang, Senin (16/9/2024) lalu itu, sebanyak 59 persen respondens menyatakan tidak mempersoalkan agama kandidat, sedangkan 41 persen masih memandang agama sebagai pertimbangan.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa pemilih Kota Semarang terbagi dalam dua segmentasi, yaitu nasionalis dan religius.
Dari hasil tersebut, 51 persen pemilih nasionalis diperkirakan terbelah antara mendukung Agustina-Iswar dari PDIP dan Yoyok-Joss yang didukung partai-partai nasionalis lain seperti Gerindra, Demokrat, Golkar, PSI, dan NasDem.
Sementara itu, 41 persen pemilih religius, yang umumnya berasal dari basis PKS, PKB, PAN, dan PPP, diperkirakan condong ke Yoyok-Joss.
Ia mendorong agar pemilih lebih fokus pada isu populis seperti visi-misi, program kerja, rekam jejak, dan kepribadian kandidat.
Para kandidat pun diharapkan lebih aktif turun ke masyarakat, menyapa langsung, dan menawarkan gagasan konkret untuk memajukan Kota Semarang.
Dengan begitu, Pilwalkot Semarang bisa menjadi ajang adu gagasan yang berkualitas, membantu pemilih menentukan pilihan dengan bijak demi masa depan kota yang lebih baik.
Diberitakan sebelumnya, pasangan Yoyok-Joss mendapat dukungan masif dari para kiai, ulama, dan tokoh agama.
Terbaru, sejumlah kiai sepuh dan ulama secara resmi menyatakan dukungan untuk pasangan tersebut, baik secara bersama-sama maupun secara terpisah di kecamatan. (*)
Baca juga: Konon Berusia Ratusan Tahun, Wali Kota Semarang Banggakan Durian Lokal Kholil dan Malika
pengamat politik
Yoyok Sukawi
Joko Santoso
yoyok sukawi-joko santoso
yoyok-joko
Yoyok-Joss
Pilkada
Kota Semarang
Pilwakot Semarang
Hadapi Gugatan di MK, KPU Belum Jadwalkan Penetapan Wali Kota Semarang Terpilih |
![]() |
---|
Komnas HAM Komentari Proses Pilkada Kota Semarang: Bisa Jadi Percontohan! |
![]() |
---|
Ter-Update Hasil Quick Count Pilwakot Semarang, Kapan Diumumkan Resmi? |
![]() |
---|
LINK Real Count Hasil Pilkada Kota Semarang 2024 KPU, Cek Suara Yoyok-Joss dan Agustin-Iswar |
![]() |
---|
Visi Misi Yoyok-Joko di Pilkada Kota Semarang: Pangkas Rantai Birokrasi untuk Cegah Pungli |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.