Berita Jateng

Jateng Tempati Posisi Pertama Kasus PHK di Indonesia, Terbanyak Terjadi di Boyolali

Jateng menempati posisi pertama kasus PHK di Indonesia, Januari-September 2024. Data Disnakertrans Jateng, kasus PHK terbanyak terjadi di Boyolali.

Editor: rika irawati
TribunBatam.id/Wahyu Indriyatno
Ilustrasi buruh terkena PHK. Jateng menempati posisi pertama kasus PHK di Indonesia selama Januari-26 September 2024. Dari data Disnakertrans Jateng, kasus PHK terbanyak terjadi di Boyolali. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Kabupaten Boyolali menyumbang kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak di Jawa Tengah periode Januari-31 Agustus 2024, mencapai 1.662 orang.

Secara keseluruhan, dalam periode tersebut, kasus PHK di Jawa Tengah mencapai 8.231 orang.

Angka ini berdasarkan data yang diterima Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng.

"Jumlah (PHK) seluruhnya sebanyak 8.231 orang. Dirumahkan (bukan PHK) 3.719 orang," kata Kepala Disnakertrans Jateng cum Pjs Wali Kota Magelang Ahmad Aziz, saat ditemui, Jumat (4/10/2024). 

Aziz mengatakan, PHK tersebut terjadi di sejumlah daerah di Jateng.

Namun, lima terbesar ditempati Boyolali dengan kasus PHK 1.662 orang, Pekalongan dengan 1.269 kasus PHK, Kota Semarang sebanyak 1.135 orang, Purbalingga mencapai 760 orang, dan Pemalang sebanyak 652 orang.

"(PHK di sektor) variatif. Tapi, yang menonjol di industri TPT (tekstil dan produk tekstil)," kata Aziz. 

Baca juga: Produk Impor Banjiri Pasar, 10 Pabrik Tekstil di Solo Raya Bangkrut. Hampir 10 Ribu Buruh Kena PHK

Menurut Aziz, PHK itu terjadi karena sejumlah alasan. Di antaranya, perang Ukraina dan Rusia, kondisi geopolitik di Timur Tengah, hingga banjirnya barang impor yang kebanyakan dari China. 

"Barang impor dari China banyak yang masuk ke Indonesia karena untuk masuk ke Eropa dan Amerika tidak mudah," ujarnya. 

Kasus PHK Jateng Tertinggi di Indonesia

Sementara, angka kasus PHK milik Disnakertrans Jateng ini berbeda dengan data yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Data pemerintah pusat, kasus PHK di Jateng melanda 14.767 orang.

Sementara, secara keseluruhan, sejak Januari hingga 26 September, kasus PHK di Indonesia mencapai 52.993 orang.

"Total PHK per 26 September 2024 52.993 tenaga kerja, meningkat (dibanding periode yang sama tahun lalu)," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker Indah Anggoro Putri dalam keterangannya, dikutip dari Kontan, Minggu (29/9/2024). 

Baca juga: Serikat Pekerja Resah, Wacana Kemenkes Membuat Aturan Soal Rokok Tanpa Merek Bakal Memicu PHK

Menurut Indah, Provinsi Jateng menyumbang angka terabanyak kasus PHK, total 14.767 orang, disusul Banten 9.114 kasus, dan DKI Jakarta 7.469 kasus. 

Dilihat berdasarkan sektornya, menurut Indah, kasus PHK terbanyak berasal dari sektor pengolahan yang mencapai 24.013 kasus. 

Kemudian, sektor jasa yang mencapai 12.853 kasus, dan sektor pertanian kehutanan dan perikanan yang mencapai 3.997 kasus. (Kompas.com/Egadia Birru)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "8.231 Pegawai Kena PHK di Jateng Selama 2024, Ini Penjelasan Disnakertrans".

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved