Berita Nasional
Prof Yasmine Shahab Sebut Pangeran Diponegoro dari Marga Baabud Yaman, Langsung Dibantah Kiai Jawa
Belakangan, muncul klaim-klaim terhadap kesejarahan Pangeran Diponegoro
Penulis: khoirul muzaki | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, Raden Mas Ontowiryo atau dikenal Pangeran Diponegoro adalah salah satu tokoh pahlawan nasional yang namanya dikenang sepanjang masa.
Pangeran Diponegoro adalah pemimpin Perang Jawa yang disebut sebagai perang dengan jumlah korban terbanyak sepanjang sejarah Indonesia.
Perang Jawa (1825-1830 M) yang dikomandoi Pangeran Diponegoro nyaris membuat bangkrut pemerintah Hindia Belanda.
Karena selain memakan banyak korban jiwa di kubu Belanda, juga menguras anggaran sangat besar.
Belakangan, muncul klaim-klaim terhadap kesejarahan Pangeran Diponegoro. Di antaranya dari kalangan habaib atau mereka yang mengklaim sebagai keturunan Rasulullah.
Baca juga: KH Imaduddin Sebut Perdebatan Nasab Telah Selesai, Habib Bukan Keturunan Rasulullah
Prof. Yasmine Shahab, antropolog Universitas Indonesia dalam sebuah diskusi di kantor Rabitah Alawiyah beberapa waktu lalu memaparkan soal kesejarahan Pangeran Diponegoro.
Ia yang mengutip dari hasil penelitian Hidayati Amal memaparkan, Pangeran Diponegoro aslinya bukan orang Jawa, melainkan dari Hadrami (Yaman) bermarga Baabud.
"Pangeran Diponegoro sebenarnya bukan orang Jawa, tapi pangeran Diponegoro adalah seorang baadub," katanya
Narasi yang disampaikan Prof. Yasmine Shahab ini langsung dibantah oleh Kiai Syarifudin atau biasa dipanggil Gus Syarif Tegal.
Dari Serat Raja Putra yang ia baca, Pangeran Diponegoro jelas merupakan putra Sultan Hamengkubuwono 3 yang lahir pada 11 November 1785 di Tegalrejo Yogyakarta.
Ia wafat pada 1855 dan dimakamkan di Kecamatan Wajo Kota Makassar.
Nama kecil Diponegoro adalah Raden Mustahar yang kemudian dipanggil Raden Mas Ontowiryo, dengan gelar keagamaan KH Abdul Hamid. Ia kemudian terkenal dengan panggilan Pangeran Diponegoro.
Syarif menyampaikan Pangeran Diponegoro memiliki silsilah nasab yang jelas.
Nasabnya dari Hamengkubuwono jelas tersambung ke Ki Ageng Pemanahan hingga Ki Ageng Selo yang jika dirunut ke atas lagi sampai Ki Ageng Getas Pandawa, kemudian Raden Bondan Kejawan putra Brawijaya V.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.