Berita Banjarnegara
Profil Soemitro Kolopaking Bupati Banjarnegara, Anggota BPUPKI Perumus Pancasila yang Dilupakan
Soemitro adalah Bupati Banjarnegara yang menjabat selama 22 tahun, melintasi tiga zaman: Belanda, Jepang dan Republik Indonesia.
TRIBUNBANYUMAS.COM, Perumusan Pancasila selama ini di buku-buku pelajaran sejarah di sekolah kebanyakan hanya mengungkap nama seperti Mr Mohamad Yamin, Prof Soepomo dan Soekarno.
Mereka adalah anggota Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan (BPUPK), yang dibuat oleh Jepang untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Padahal, tidak hanya tiga tokoh tersebut. Ada 60 anggota lain, yang salah satunya adalah Soemitro Kolopaking Poerbonegoro.
Soemitro adalah Bupati Banjarnegara yang menjabat selama 22 tahun, melintasi tiga zaman: Belanda, Jepang dan Republik Indonesia.
Hal itu terungkap dalam Webinar Estafet Sejarah Lokal yang digelar bertepatan dengan HUT RI ke 79, Sabtu (17/8/2024). Webinar itu diselenggarakan oleh MGMP Sejarah SMA dan AGSI Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga: Warga Donan Cilacap Edarkan Sabu, Polresta Cilacap Sita Barang Bukti 22,2 Gram Narkoba
Hadir sebagai narasumber Ketua AGSI Jawa Tengah yang juga guru sejarah SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Heni Purwono.
Menurut Heni, tokoh Soemitro layak dijadikan inspirasi sebagai tokoh lokal yang memiliki peran besar untuk bangsa ini.
"Mengapa Soemitro bisa menjadi anggota BPUPK yang isinya para tokoh pergerakan nasional, karena Soemitro ternyata memiliki rekam jejak pergerakan yang hebat.
Ia menjadi sekretaris Indische Vereniging, cikal bakal Perhimpunan Indonesia. Jadi Soemitro itu satu level dengan Radjiman Widiodiningrat dan senior Mohammad Hatta ketika ia merantau di Eropa," jelas Heni.
Menariknya lagi, tambah Heni, Soemitro berkelana di Eropa sebagaimana backpacker sekarang, tidak mengandalkan kekayaan orang tuanya meskipun ia anak seorang bupati.
"Ketika diajarkan di Banjarnegara, maka tokoh ini akan dirasakan lebih dekat pada siswa. Karena mereka terbiasa mendengar ada stadion Soemitro, ada RSUD Anna Lasmanah Soemitro dan lain-lain. Sehingga ketika mereka belajar proses Indonesia merdeka, mereka akan merasa menjadi bagian dari itu semua karena peran Soemitro di masa lalu," tandas Heni.
Baca juga: Duh! Pemilik Salon Mobil di Banjarnegara Gadaikan Kendaraan Pelanggan
Ketua MGMP Sejarah SMA Provinsi Jawa Tengah Rinto Budi Santosa berharap, dengan materi pembelajaran yang berbasis kelokalan, harapannya siswa lebih tertarik dengan sejarah.
"Kegiatan seperti ini akan kita laksanakan sebulan sekali untuk menggali sejarah lokal dari semua kabupaten kota di Jawa Tengah yang nantinya dapat diintegrasikan dengan materi sejarah di sekolah.
Termasuk sejarawan lokal Banyumas Prof Sugeng Priyadi juga sudah mengkonfirmasi bersedia ikut memberikan materi dalam kegiatan Estafet Sejarah Lokal ini," jelas Rinto.
Baca juga: Resmi Usung Faruq-Ashim di Pilkada Kota Tegal, 6 Parpol Gabung Koalisi Tegal Maju Cemerlang
Peserta kegiatan ini ternyata tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, namun dari berbagai wilayah lain. Seperti Yeremia, mahasiswa Pascasarjana Universitas Diponegoro yang fokus meneliti sejarah peranakan China juga ikut tertarik mengikuti kegiatan ini.
"Saya tertarik dengan tema diskusi ini, karena trah Kolopaking di Kebumen juga berkelindan dengan peranakan China. Ini forum diskusi yang sangat diperlukan bagi guru sejarah untuk memperkaya materi pembelajaran sejarah mereka," ujar Yeremia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Soemitro-kolopaking-bupati-3-zaman.jpg)