Berita Pati

Keracunan Makanan Ratusan Karyawan Pabrik di Pati Bukan Dipicu Bakteri, Begini Kata Dinkes Jateng

Keracunan massal yang dialami ratusan karyawan pabrik garmen dan sepatu di Pati dipastikan bukan karena bakteri.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/DOK POLRESTA PATI
Buruh PT Sejin Fashion Indonesia, di Jalan Raya Pati-Kudus, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilarikan ke IGD RSU Nurussyifa Kudus, Selasa (16/7/2024), diduga mengalami keracunan makanan. Dinkes Jateng memastikan, keracunan makanan tersbut bukan bersumber dari bakteri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Keracunan massal yang dialami ratusan karyawan pabrik garmen dan sepatu di Pati dipastikan bukan karena bakteri.

Hal ini diketahui setelah hasil pengecekan sampel di laboratorium keluar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Irma Makiah, mengatakan, ada kemungkinkan, penyebab keracunan adalah kontaminasi zat lain pada makanan yang dikonsumsi para karyawan pabrik tersebut.

"Hasil lab-nya sudah keluar dan sudah kami serahkan ke DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten-red.) Pati."

"Hasil lab dari sampel makanan yang diambil, sementara ini penyebabnya nonbakteriologis. Namun, saya tidak bisa berasumsi dulu mengenai penyebab pastinya," kata dia.

Irma menambahkan, pihaknya akan mencocokan hasil lab dengan gejala para korban.

"Kami nanti menyocokkan hasil lab dengan gejalanya dulu. Karena gejalanya kemarin kan reaksinya cepat, kurang dari satu jam sudah mual dan muntah. Jadi, kami masih perlu koordinasi lanjutan dengan DKK Pati untuk menyimpulkan penyebab pastinya," jelas Irma.

Baca juga: Bertambah, 305 Karyawan Jadi Korban Keracunan di Pabrik Garmen dan Sepatu Pati

Menurut dia, secara teori ilmiah, keracunan oleh bakteri baru akan bereaksi setelah jeda waktu yang relatif lama.

"Misalnya, kita makan makanan basi. Responsnya nunggu, misalnya satu jam baru mual, mulas, muntah, dan diare."

"Tapi, kemarin ini kan respon agak cepat. Jadi, kemungkinan, ada kontaminasi zat lain."

"Teorinya seperti itu. Tapi belum pasti, masih harus diselidiki. Tidak boleh berasumsi," tegas Irma.

Yang jelas, lanjut Irma, dari sampel makanan dan muntahan yang dikirimkan DKK Pati, pihaknya sudah melakukan pengecekan beberapa jenis bakteri yang mungkin jadi penyebab keracunan makanan.

Hasilnya, negatif. Sehingga, kemungkinan besar penyebabnya nonbakteriologis.

"Tapi, itu kan baru berdasarkan sampel makanan yang dikirim. Namun, bisa jadi makanan yang dikonsumsi (karyawan pabrik) tidak hanya dari situ."

"Mungkin ada yang lain yang dikonsumsi, kan kami belum tahu. Karena kami juga belum melakukan pengecekan langsung ke Pati," tutur dia.

Baca juga: Lagi, Belasan Motor Diduga Bodong Ditemukan di Pati. Diangkut Truk, Ditutup Kasur dan Lemari Plastik

Menurut Irma, nantinya akan ada tim dari Dinas Kesehatan Jateng yang diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut bersama DKK Pati.

Diberitakan sebelumnya, lebih dari 300 karyawan PT Sejin Fashion Indonesia, Margorejo, Pati, mengalami gejala keracunan makanan secara massal pada Selasa (16/7/2024).

Mereka mengalami mual, muntah, lemas, hingga sakit perut dan diare usai menyantap makan siang di kantin pabrik.

Mereka terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan puluhan di antaranya harus menjalani rawat inap. (*)

Baca juga: PSSI Matangkan Rencana Liga 4, Penyelenggaraan Bakal Dibiayai Penuh APBD

Baca juga: Masih Bimbang, Mangkunegara X Belum Putuskan Ikut Pilkada Solo meski Telah Kantongi Rekomendasi PSI

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved