Senin, 18 Mei 2026

Berita Pati

Bertugas Antar ke Kalimantan, Kurir Motor Bodong di Pati Mendapat Upah Rp1 Juta Per Motor

Kurir dugaan penyelundupan motor bodong di Pati, Jawa Tengah, mengaku mendapat upah Rp1 juta per unit motor yang dikirim.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
Istimewa/Dok Polres Pati
Polisi memeriksa truk berisi 17 motor diduga bodong yang terparkir di Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jateng, Selasa (9/7/2024). Sopir truk mengaku mendapat tugas mengantar motor-motor itu ke Kalimantan dengan upah Rp1 juta per unit motor. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Kurir dugaan penyelundupan motor bodong di Pati, Jawa Tengah, mengaku mendapat upah Rp1 juta per unit motor yang dikirim.

Kurir berinisial AM (28) itu mengumpulkan motor-motor tersebut dari luar Pati untuk dikirim ke Kalimantan.

AM ditangkap bersama 17 motor diduga bodong saat beristirahat dan memarkir truk pengangkut di Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Selasa (9/7/2024).

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Muhammad Alfan Armin mengatakan, 17 motor yang diangkut truk tersebut tidak disertai surat-surat lengkap.

Sebagian hanya disertai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Sebagian lagi, sama sekali tidak memiliki surat-surat kendaraan.

Baca juga: Lagi, Belasan Motor Diduga Bodong Ditemukan di Pati. Diangkut Truk, Ditutup Kasur dan Lemari Plastik

Alfan mengatakan, kasus penyelundupan motor bodong ini terungkap saat personel Polresta Pati mencurigai sebuah truk terparkir di wilayah Desa Tajungsari.

Di bagian atas bak truk, terdapat tumpukan kasur.

Setelah diperiksa, du dalam bak truk atau di bawah tumpukan kasur, terdapat 17 sepeda motor berbagai jenis, mulai dari matik, bebek, hingga trail.

"Lalu, kami amankan satu orang atas sama saudara AM, 28 tahun, yang merupakan sopir truk tersebut," kata Alfan, Kamis (11/7/2024).

Alfan mengatakan, AM mengambil kendaraan-kendaraan tersebut dari luar Pati pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Pengambilan dilakukan secara bertahap.

Kendaraan-kendaraan tersebut kemudian dikumpulkan jadi satu dan diantar AM ke Kalimantan melalui Jawa Timur.

"Menurut pengakuannya, AM sudah dua kali melakukan pengangkutan. AM mengaku hanya bertugas mengantar dan mendapat upah Rp1 juta per motor," jelas Alfan.

Baca juga: Bejat! Ayah di Pati Perkosa Anak karena Kecanduan Video Porno, Setelahnya Bawa ke Klinik Suntik KB

Mengenai tumpukan kasur yang diduga jadi kamuflase untuk mengelabui petugas, AM mengakui tumpukan kasur itu titipan orang agar dikirim ke Kalimantan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved