Jumat, 17 April 2026

Berita Pekalongan

Duh, Kasus Stunting di Kota Pekalongan Malah Naik 5,1 Persen

Kasus stunting di Kota Pekalongan naik 5,1 persen menjadi 28 persen per Juni 2024.

Editor: rika irawati
Tribunbanyumas.com/Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid meminta semua pihak terlibat dalam upaya menekan angka stunting yang naik 5,1 persen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Kasus stunting di Kota Pekalongan naik 5,1 persen menjadi 28 persen per Juni 2024.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan pun terus mengupayakan penurunan stunting dengan melibatkan semua unsur, termasuk meminta rekomendasi dari DPRD setempat.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, pihaknya juga melakukan evaluasi dan memastikan program penurunan stunting yang selama ini diterapkan, dimanfaatkan betul oleh masyarakat.

"Hal apakah yang menjadikan angka stunting ini naik? Apakah sampling sudah merata di empat kecamatan? Padahal, salah satu kelurahan di Kota Pekalongan, yakni (Kelurahan) Bandengan, dinyatakan zero stunting," kata Aaf, sapaannya, Kamis (11/7/2024).

Aaf pun memuji penanganan stunting di Bandengan. Padahal, daerah tersebut masih mengalami rob namun telah dinyatakan zero stunting.

Baca juga: Cegah Pungli di PPDB, Dindik Kota Pekalongan Mewanti-wanti Sekolah Tak Pungut Sumbangan

Dia pun berharap, program di Bandengan bisa diterapkan di wilayah lain untuk menekan angka stunting.

"Hal-hal yang bisa menjadi percontohan di Bandengan, coba kita terapkan secara masif."

"Kita juga sudah kerahkan bapak asuh stunting, ASN peduli stunting, dan program lain," ujarnya.

Aaf mengaku siap menerima rekomendasi dan evaluasi dari DPRD untuk diterapkan bersama Dinsos P2KB dan Dinkes Kota Pekalongan.

"Rekomendasi langkah efektif apa sajakah untuk mengurangi stunting di Kota Pekalongan."

"Selama ini, ada program cek kesehatan menjelang pernikahan juga sudah berjalan, pemeriksaan ibu hamil selama kehamilan 6 kali gratis di puskesmas juga sudah," imbuhnya.

Baca juga: Ambulans PKS Bawa Jenazah Tabrak Bokong Truk di Tol Pekalongan, 2 Orang Tewas. Berikut Datanya

Dia pun meminta masyarakat menggunakan fasilitas tersebut.

Juga, meminta rekan pendamping makanan stunting mengawal pemberian makanan atau gizi tambahan untuk anak stunting. (Indra Dwi Purnomo)

Baca juga: Tak Hanya Soal Adminduk, Ini Janji Pemerintah Kepada Masyarakat Adat dan Penghayat Kepercayaan

Baca juga: Bu Kades Botomulyo Kendal Meninggal saat Dititipkan di Lapas, Jadi Tersangka Kasus Tukar Guling

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved