Berita Pekalongan
Duh, Kasus Stunting di Kota Pekalongan Malah Naik 5,1 Persen
Kasus stunting di Kota Pekalongan naik 5,1 persen menjadi 28 persen per Juni 2024.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Kasus stunting di Kota Pekalongan naik 5,1 persen menjadi 28 persen per Juni 2024.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan pun terus mengupayakan penurunan stunting dengan melibatkan semua unsur, termasuk meminta rekomendasi dari DPRD setempat.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, pihaknya juga melakukan evaluasi dan memastikan program penurunan stunting yang selama ini diterapkan, dimanfaatkan betul oleh masyarakat.
"Hal apakah yang menjadikan angka stunting ini naik? Apakah sampling sudah merata di empat kecamatan? Padahal, salah satu kelurahan di Kota Pekalongan, yakni (Kelurahan) Bandengan, dinyatakan zero stunting," kata Aaf, sapaannya, Kamis (11/7/2024).
Aaf pun memuji penanganan stunting di Bandengan. Padahal, daerah tersebut masih mengalami rob namun telah dinyatakan zero stunting.
Baca juga: Cegah Pungli di PPDB, Dindik Kota Pekalongan Mewanti-wanti Sekolah Tak Pungut Sumbangan
Dia pun berharap, program di Bandengan bisa diterapkan di wilayah lain untuk menekan angka stunting.
"Hal-hal yang bisa menjadi percontohan di Bandengan, coba kita terapkan secara masif."
"Kita juga sudah kerahkan bapak asuh stunting, ASN peduli stunting, dan program lain," ujarnya.
Aaf mengaku siap menerima rekomendasi dan evaluasi dari DPRD untuk diterapkan bersama Dinsos P2KB dan Dinkes Kota Pekalongan.
"Rekomendasi langkah efektif apa sajakah untuk mengurangi stunting di Kota Pekalongan."
"Selama ini, ada program cek kesehatan menjelang pernikahan juga sudah berjalan, pemeriksaan ibu hamil selama kehamilan 6 kali gratis di puskesmas juga sudah," imbuhnya.
Baca juga: Ambulans PKS Bawa Jenazah Tabrak Bokong Truk di Tol Pekalongan, 2 Orang Tewas. Berikut Datanya
Dia pun meminta masyarakat menggunakan fasilitas tersebut.
Juga, meminta rekan pendamping makanan stunting mengawal pemberian makanan atau gizi tambahan untuk anak stunting. (Indra Dwi Purnomo)
Baca juga: Tak Hanya Soal Adminduk, Ini Janji Pemerintah Kepada Masyarakat Adat dan Penghayat Kepercayaan
Baca juga: Bu Kades Botomulyo Kendal Meninggal saat Dititipkan di Lapas, Jadi Tersangka Kasus Tukar Guling
Stunting
Pekalongan
wali kota pekalongan
Tanggap Darurat Banjir Bandang
Terdampak Banjir
Cegah Banjir
banjir susulan
| Rencana Mie Gacoan Pekalongan Terapkan Parkir Elektronik Ditolak Warga, Khawatir Pekerjaan Hilang |
|
|---|
| DPRD Kabupaten Pekalongan Menyerah, Legawa Proyek Gedung Baru Ditunda demi Perbaikan Jalan Rusak |
|
|---|
| Ogah Terapkan WFH, Mas Aaf Wajibkan ASN Pekalongan Bersepeda atau Jalan Kaki ke Kantor |
|
|---|
| Kontras dengan Keluhan Jalan Rusak, Pemkot Pekalongan Malah Bangun Proyek Kantor Baru Pascakebakaran |
|
|---|
| Tekan Risiko Balon Udara Liar, Aparat Gabungan Pekalongan Selatan Sita Petasan dan Balon Udara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Walkot-Pekalongan.jpg)