Berita Jateng
Hipnoterapi Diklaim Bisa Sembuhkan Kecanduan Judi Online, Begini Cara Kerjanya
Yang lebih memprihatinkan, dari jumlah tersebut, pengguna judi online didominasi anak-anak muda dengan rentang usia 17-20 tahun.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Budi Arie Setiadi bahkan menyebut bahwa Indonesia sudah dalam status Darurat Judi Online.
Dalam rilis pada unggahan di media sosial resminya, Kominfo mengutip temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai perputaran uang di bisnis judi online.
Disebutkan, terdapat uang sebesar Rp 327 triliun yang beredar terkait judi online sepanjang 2023.
Disebutkan pula bahwa jumlah pengguna judi online di Indonesia mencapai 2,7 juta orang.
Baca juga: Mahasiswi Kedokteran di Semarang Syok Mobil Fortunernya Raib di Parkiran, Terungkap Lewat CCTV
Yang lebih memprihatinkan, dari jumlah tersebut, pengguna judi online didominasi anak-anak muda dengan rentang usia 17-20 tahun.
Pemerintah juga telah menggodok pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online untuk mengatasi persoalan ini secara komprehensif.
Hal tersebut merupakan upaya pemberantasan judi online di ranah makro.
Di ranah mikro, setidaknya di lingkungan keluarga, ada langkah yang bisa diupayakan untuk mengatasi judi online.
Antara lain dengan melakukan terapi hipnosis atau hipnoterapi terhadap subjek pecandu judi online.
Hal itu disampaikan oleh Pakar Hipnosis dan Pendiri Delaserna Hypnollution, Roni De Laserna.
Menurut pria yang memiliki nama asli Roni Firmansyah ini, judi online bersifat adiktif atau candu.
Sebagaimana pecandu objek lain, misalnya rokok dan minuman keras, penderita kecanduan judi online juga bisa disembuhkan lewat hipnoterapi.
Dalam workshop hipnotis yang banyak dia lakukan di berbagai kota, Roni mendapati bahwa banyak di antara pesertanya sengaja belajar padanya untuk menyembuhkan anggota keluarga yang kecanduan judi online.
Baca juga: Jarang yang Tahu Profesi Ini Padahal Menjanjikan, Jasa Pedikur Hewan Ternak Laris di Pati
Roni menyebut, kebanyakan peserta memang belajar hipnotis dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah di lingkungan keluarga masing-masing.
"Ada yang ingin mengatasi anak kecanduan gadget, kecanduan game, bahkan kecanduan judi online. Karena daripada dibawa ke hipnoterapis, selain harganya mahal, belum tentu sembuh dalam satu sesi. Kalau belajar sendiri mereka bisa menerapi sendiri berkali-kali," ungkap Roni di kediamannya di Puri, Kecamatan/Kabupaten Pati, Sabtu (1/6/2024).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.