Berita Karanganyar
Permintaan Fogging di Karanganyar Meningkat, 4,5 Bulan Ada 580 Kasus DBD
Permintaan masyarakat di Kabupaten Karanganyar untuk pelaksanaan fogging sebagai upaya mencegah demam berdarah dengue (DBD) meningkat.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Permintaan masyarakat di Kabupaten Karanganyar untuk pelaksanaan fogging sebagai upaya mencegah demam berdarah dengue (DBD) meningkat.
Komandan Markas SAR Karanganyar, Arif Sukro Yunianto menyampaikan, peningkatan terjadi sejak awal Mei 2024.
Tercatat, relawan secara swadaya telah melakukan fogging di sembilan titik yang tersebar di Kabupaten Karanganyar sejak awal bulan hingga hari ini.
"Hari ini saja, kamu menangani tiga titik di Delingan, Tawangmangu, dan Toh Kuning. Bulan sebelumnya memang ada permintaan, tapi mulai banyak itu awal bulan ini," katanya saat dihubungi, Minggu (19/5/2024).
Dia menuturkan, masyarakat yang menghendaki fogging dapat menghubungi relawan setempat untuk nantinya diteruskan ke SAR Karanganyar.
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mencatat, ada 580 kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2024.
Baca juga: Gaji 2 Bulan dan THR Belum Dibayar, 1500 Karyawan 3 Pabrik Tekstil di Karanganyar Ngadu ke Dewan
Dari jumlah tersebut, ada tiga pasien DBD yang meninggal dunia.
Sebaran kasus DBD terbanyak berada di wilayah Kecamatan Jaten, Kebakkramat, Colomadu, dan Karanganyar.
Kepala DKK Karanganyar Purwati mengimbau masyarakat lebih gencar dan rutin melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta menguras dan menutup bak penampungan air.
"Melaksanakan PSN di lingkungan kantor, sekolah, pondok dan tempat-tempat umum dan perumahan."
"Juga, mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional DBD dan tilik tonggo mulai dari kecamatan hingga RT, pemantauan jentik berkala maksimal seminggu sekali untuk memutus siklus hidup nyamuk," tuturnya.
Baca juga: 3 Kader PKS Dijagokan Maju Pilkada Karanganyar, Anggota DPRD Provinsi dan DPR RI
Dia juga meminta jajaran puskesmas melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pemahaman pentingnya PSN serta gejala DBD.
Hal tersebut, terangnya, dilakukan supaya masyarakat dapat segera mengakses layanan kesehatan apabila timbul gejala DBD sehingga dapat mencegah keterlambatan penanganan. (*)
Baca juga: Wajib Coba! Pantai Alam Indah Tegal Kini Dilengkapi Wahana Jetski dan Snorkeling, Segini Harganya
Baca juga: Langsung Bentuk Panja Pembiayaan Pendidikan, Komisi X DPR RI Panggil Mendikbud Ristek Soal UKT Mahal
Kejari Karanganyar Bidik Tersangka Baru Dugaan Korupsi Masjid Agung Madaniyah, Negara Rugi Rp12 M |
![]() |
---|
Tak Biasa, Pemakaman Warga Tasikmadu Gunakan Tripod Rescue BPBD Karanganyar. Bobot Jenazah 240 Kg |
![]() |
---|
Usulkan Anggaran Rp60 Miliar, Pemkab Karanganyar Prioritaskan Perbaiki Jalan Kawasan Wisata Kemuning |
![]() |
---|
Kabut dan Angin Ribut Bubarkan Kirab Budaya di Beruk Karanganyar, Tenda Tamu Nyaris Ambruk |
![]() |
---|
Lawu Internasional Gamelan Festival di Karanganyar Dimeriahkan Peserta dari Perancis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.