Berita Nasional

Daftar Wilayah Terdampak Gempa Tuban Magnitudo 5,9, Berikut Imbauan BMKG

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9.

Editor: khoirul muzaki
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi Gempa Bumi 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Hari Jumat 22 Maret 2024 pukul 11.22.45 WIB wilayah Pantai Barat Gresik, Jawa Timur diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,9.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,79° LS ; 112,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 126 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.


"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( _strike-slip_ ), "jelasnya

Baca juga: Sok Jagoan Tawuran Adu Senjata, Para Remaja di Kebumen Nangis di Hadapan Polisi

Dampak Gempabumi


Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI.

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, kemudian Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI.

Di daerah itu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Atau terasa getaran seakan akan ada truk berlalu.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. 

Baca juga: Buruan Pesan, Tiket KA Serayu dan KA Logawa Mudik Lebaran dari Daop 5 Purwokerto Masih Tersedia

Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan ( _aftershock_ ) dengan M4,4.


"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, " katanya

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved