Berita Jepara
Kasus DBD di Jepara Diklaim Turun, Status Kegawatdaruratan Belum Dicabut
Dinkes Jepara mengklaim kasus DBD turun dibanding awal tahun 2024 namun status kegawatdaruratan atas DBD belum dicabut.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara mengklaim kasus demam berdarah dengue (DBD) turun.
Meski begitu, status kegawatdaruratan atas DBD belum dicabut.
"Memang saat ini telah mengalami penurunan. Puncaknya di pekan 8 dan ke-9. Artinya, Februari atau awal Maret sudah mulai menurun," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes Jepara dr Eko Cahyo Puspeno saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/3/2024).
Dari catatannya, jumlah kasus DBD secara akumulasi Januari-pekan kedua Maret 2024, tercatat 185 kasus DBD dengan angka kematian 20 orang.
Selain itu, ada 1106 kasus demam tinggi yang mengarah ke DBD.
Baca juga: Kasus DBD di Jepara Kian Mengganas, PMI Bagikan Krim Anti-Nyamuk untuk Siswa SD dan MI
Baca juga: Unik! Pengrajin Kayu di Jepara Ini Bikin Bodi Vespa Full dari Kayu Jati, Aman Dikendarai
Meski kasus DBD telah menurun, Eko memastikan, kewaspadaan Dinkes Jepara tidak kendur mengingat status kegawatdaruratan DBD masih berlaku.
"Namun, bukan berarti kami lalai karena masih musim penghujan disertai panas. Artinya, penurunan ini tidak kemudian membuat kita lengah," ujarnya.
Eko juga memastikan, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit masih aman.
"Alhamdulillah, saat ini, rumah sakit sudah mulai terurai, tidak semua penuh."
"Kami melihat, yang dirawat UGD menurun, (pasien di) bangsal mengalami penurunan. Antrean UGD sudah tidak ada," ujarnya. (*)
Baca juga: Hadapi Timnas Indonesia yang Punya Banyak Pemain Naturalisasi, Vietnam Dikhawatirkan Tak Bisa Menang
Baca juga: KPU Kota Semarang Sosialisasikan Tahapan Pilkada 2024 Sambil Tunggu Aturan Soal Pengusungan Calon
| Gebrakan Kota Ukir: Pameran TATAH 2026 Siap Boyong Mahakarya Jepara ke Panggung Nasional |
|
|---|
| Pelaku Tewas, Polisi Hentikan Proses Hukum Kasus Pembakaran Mantan Istri dan Mertua di Jepara |
|
|---|
| Terbakar Api Cemburu Buta,Motif Pria di Jepara Bakar Mantan Istri dan Ibu Mertua saat Terlelap Tidur |
|
|---|
| Dianggap Tidak Efisien, Pemkab Jepara Tak Berlakukan WFH Setiap Jumat |
|
|---|
| Biadab! Pria di Jepara Siram Pertalite dan Bakar Mantan Istri Serta Mertua di Dalam Kamar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/plh-kepala-dinkes-jepara-eko-cahyo-puspeno-rabu-1332024.jpg)