Berita Jateng

Kota Pekalongan dan Temanggung Didorong Rampungkan MPP, Jateng Menuju Provinsi Permudah Perizinan

Kota Pekalongan dan Kabupaten Temanggung terus didorong untuk mewujudkan mal pelayanan publik agar investor lebih mudah mengurus perizinan.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK PEMPROV JATENG
Sekda Provinsi Jateng Sumarno saat mengisi acara High Level Meeting (HLM) Koridor Perdagangan, Investasi dan Pariwisata (Keris) di Hotel PO Kota Semarang, beberapa waktu lalu. Sumarno mengatakan, Pemprov Jateng mendorong Kota Pekalongan dan Kabupaten Temanggung segera merampungkan pembuatan mal pelayanan publik (MPP) agar investor lebih mudah mengurus perizinan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pengurusan perizinan di 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah diklaim lebih mudah lewat kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP).

Sementara, dua wilayah lain juga tengah mempersiapkan MPP agar mengurus perizinan makin mudah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno mengatakan, dua wilayah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang belum memiliki MPP adalah Kota Pekalongan dan Kabupaten Temanggung.

"Dua lokasi itu ada di Kota Pekalongan dan Kabupaten Temanggung. Tapi, saat ini, mereka tengah mempersiapkan sarana dan prasarana MPP," ungkap Sumarno dalam rilis yang diterima, Jumat (8/3/2024).

Sumarno mengatakan, Pemprov Jateng terus mendorong kepala daerah untuk menggaet investor, di antaranya lewat kemudahan mengurus perizinan, fasilitas pelayanan, dan sebagainya.

"Stigma lama bahwa orang akan berinvestasi itu biayanya mahal, harus kita hilangkan. Semua harus mempunyai komitmen yang sama, bila ada investor yang sudah berminat jangan sampai lepas, harus difasilitasi dan dikawal," paparnya.

Baca juga: MPP Purbalingga Mulai Lakukan Uji Coba Operasi, 20 Instansi Siapkan Layanan Dasar

Menurutnya, upaya mendorong kepala daerah menguatkan sektor perdagangan komoditas pangan strategis dan UMKM sangat penting.

Selain itu, sektor pariwisata juga perlu diperhatikan, mengingat pariwisata menjadi salah satu pintu meningkatkan konsumsi.

Terlebih, pertumbuhan ekonomi di Jateng banyak ditopang dari sektor konsumsi.

"Supaya, orang berkonsumsi di Jateng, pintunya adalah pariwisata. Orang masuk dan berbelanja, termasuk belanja produk UMKM, sehingga akan berdampak pada peningkatan konsumsi," kata Sumarno.

Baca juga: BI Purwokerto Siapkan Rp3,5 Triliun Uang Baru Selama Ramadan dan Lebaran

Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra menjelaskan, bersama Pemprov Jateng serta berbagai pemda akan menyusun program kerja di berbagai bidang.

Di antaranya, bidang proyek investasi yang akan ditawarkan, upaya peningkatan kapasitas UMKM dari masing-masing kabupaten kota, perdagangan, serta pariwisata.

"Seluruh pihak akan dilibatkan untuk memperkuat sinergi dalam menentukan arah kebijakan untuk pengembangan investasi, perdagangan, dan pariwisata di Jateng," imbuhnya. (*)

Baca juga: Pemesanan Tiket Kereta Api Tambahan Keberangkatan dari Daop 5 Purwokerto Sudah Dibuka, Tersedia 4 KA

Baca juga: Sebanyak 24 Ton Beras Murah Dijual Serentak di 4 Daerah di Jateng, Pemprov: Kendalikan Harga

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved