Rabu, 6 Mei 2026

Ramadan 2024

Diperkirakan Terjadi Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2024, Ini Imbauan Menteri Agama kepada Umat Islam

Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan terjadi lagi perbedaan awal puasa Ramadan 2024 antara pemerintah dengan Muhammadiyah.

Tayang:
Editor: rika irawati
PEXELS/THIRDMAN
Ilustrasi Ramadan. Kemenag memperkirakan terjadi lagi perbedaan awal puasa Ramadan 2024 antara pemerintah dengan Muhammadiyah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan terjadi lagi perbedaan awal puasa Ramadan 2024 antara pemerintah dengan Muhammadiyah.

Meski begitu, Menteri Agama (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas mengimbau umat Islam tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi.

Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri Tahun 1445 H/2024 M.

Surat diterbitkan pada 26 Februari 2024 dan ditandatangani langsung oleh Menag.

"Umat Islam diimbau tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi," tulis imbauan tersebut, dikutip Tribunnews.com, Senin (4/3/2024).

Menag juga mengimbau umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri sesuai syariat Islam dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

Terutama, terkait penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

"Umat Islam dianjurkan mengisi dan meningkatkan syiar pada bulan Ramadan dengan tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala," lanjut imbauan tersebut.

Baca juga: Gunakan Metode Hisab Hakiki, PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 2024 Jatuh Pada 11 Maret 2024

Menag juga mengimbau agar umat Islam melaksanakan berbagai kegiatan di masjid, musala, dan tempat lain dalam rangka syiar Ramadan dan menyampaikan pesan-pesan taqwa serta mempererat persaudaraan sesama anak bangsa.

Diketahui, organisasi masyarakat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 2024 atau awal puasa, pada 11 Maret 2024.

Keputusan tersebut didasari hasil hisab hakiki wujudul hilal.

Dan kemudian, ditegaskan melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 berdasarkan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1445 Hijriah.

Sementara, Nahdatul Ulama (NU) memperkirakan, ketentuan bulan puasa 2024 jatuh pada tanggal 12 Maret 2024.

Baca juga: Yang Masih Punya Utang, Berikut Niat Qadha Puasa Ramadhan Lengkap Artinya

Namun, ketentuan itu masih bersifat estimasi mengingat Lembaga Falakiyah PBNU akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal awal Ramadan 1445 H pada hari Minggu, 10 Maret 2024.

Kemudian, untuk pemerintah, belum menentukan kapan awal puasa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved