Perang Palestina Israel

Perang di Gaza Utara Makin Panas, PBB Hentikan Pengiriman Makanan

PBB menyatakan menghentikan pengiriman bantuan pangan ke Gaza utara akibat meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/AP Photo/Fatima Shbair
Truk bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza masuk dari Mesir di Rafah, Sabtu (21/10/2023). PBB menyatakan menghentikan pengiriman bantuan pangan ke Gaza utara akibat meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kelaparan di Gaza utara dipastikan makin parah setelah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan mengakhiri pengiriman makanan ke wilayah tersebut.

Keputusan ini diambil lantaran bentrok antara Hamas dan Israel di wilayah tersebut berlangsung sengit.

Kondisi ini sempat memicu kemarahan warga yang berusaha menjarah truk pengangkut bantuan makanan.

Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan, bantuan makanan itu dihentikan mulai 20 Februari.

"WFP menghentikan pengiriman bantuan pangan yang menyelamatkan jiwa ke Gaza utara, sampai kondisi memungkinkan distribusi yang aman," kata badan PBB itu dalam sebuah pernyataan, Selasa (20/1/2024).

"Keputusan untuk menghentikan pengiriman ke bagian utara Jalur Gaza bukanlah keputusan yang mudah… situasi di sana akan semakin memburuk dan semakin banyak orang yang berisiko meninggal karena kelaparan."

"WFP sangat berkomitmen untuk segera menjangkau orang-orang yang putus asa di seluruh Gaza. Namun, keselamatan dan keamanan untuk menyalurkan bantuan pangan penting–dan bagi orang-orang yang menerimanya–harus dipastikan," tambahnya.

Baca juga: Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis Gaza Selatan Lumpuh, Israel Gunakan sebagai Barak Militer

WFP mengatakan, pengiriman telah dilanjutkan pada hari Minggu setelah penangguhan selama tiga pekan, menyusul serangan Israel terhadap truk UNRWA.

"Karena tidak adanya sistem pemberitahuan kemanusiaan yang berfungsi," tulis keterangan itu.

Upaya Penjarahan

Saat memasuki Kota Gaza, di utara Jalur Gaza, pada hari Minggu, WFP mengatakan, mereka langsung menghadapi tembakan.

Pernyataan itu juga menyebutkan ada kerumunan orang kelaparan yang mencoba naik ke truk.

Beberapa orang berusaha menjarah truk, dan salah satu pengemudinya dipukuli.

Ia menambahkan bahwa kota itu dipenuhi dengan "ketegangan tinggi dan kemarahan yang meledak-ledak".

Pertempuran Pecah di Beberapa Kota

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved