Pilpres 2024

Bantah Sekjen PDIP Hasto, TKN Prabowo-Gibran Tegas Keunggulan di Kandang Banteng Bukan Kecurangan

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyebut kemenangan paslon 02 di kandang banteng merupakan hal yang mutlak.

Penulis: budi susanto | Editor: mamdukh adi priyanto
ist/dok pribadi
Wakil Komandan Golf (Relawan) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Supriyanto. Ia menuturkan, ada faktor-faktor yang tidak disadari elite PDIP sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden 02 menang di beberapa daerah yang dijuluki kandang banteng. 

"Elit PDIP lupa jika konstituen partai ini adalah wong cilik, kaum marhaen dan penggemar Jokowi.

Sehingga sangat logis jika kemudian perolehan suara PDIP turun dan pendukungnya ikut memilih Prabowo Gibran yang melanjutkan Program populis Jokowi," terangnya.

Ia mengatakan, hasil hitungan cepat atau quick count dari lembaga kredibel yang terdaftar di KPU sesuai mekanisme UU No 7 tahun 2017 telah memperlihatnya angka-angka yang tidak jauh berbeda.

Bahwa perolehan suara PDIP meskipun unggul tetapi turun dari 20 persen menjadi 16 persen dan karena Ganjar-Mahfud identik dengan petugas partai makanya suaranya juga tidak jauh berbeda dengan perolehan suara partainya sekitar 16 persen maksimum 20 persen saja.

Supriyanto memberikan contoh di TPS kampungnya Hasto, Sekjen PDIP di Sleman, di sana PDIP unggul di pileg tapi Prabowo-Gibran menang di pilpres.

Baca juga: Puan Maharani di Banyumas: Jateng Tetap Kandang Banteng

"Hasil Pemilu 2024 ini mestinya bisa menjadi evaluasi dan refleksi kenapa suara PDIP turun dan Ganjar Mahfud jadi juru kunci, bukan menyalahkan pihak lain," jelasnya.

Ditambahkannya, seharusnya saling hormati suara rakyat, dalam demokrasi suara rakyat adalah suara tuhan 'Vox Populi Vox Dei'.

Sebagai partai nasionalis paling tua di Indonesia, PDIP dapat memberi dukungan pada platform rekonsiliasi dan persatuan nasional yang disampaikan capres cawapres Prabowi-Gibran.

"Memastikan janji kampanye diwujudkan, mengawal dan mengawasi program populis kerakyatan seperti makan siang dan susu gratis bagi anak-anak sekolah yang dinikmati anak-anak wong cilik dan kaum marhaen sebagai konstituen terbesar partai," tambahnya. (*)

Baca juga: Kandang Banteng Berhasil Digetarkan Gibran? Ini Jawaban Ganjar

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved