Pilpres 2024

Cawapres Mahfud MD Belum Mundur dari Jabatan Menkopolhukam, Sekjen PDIP Hasto Ungkap Masih Ada PR

Rencana Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD mundur dari jabatan Menkopolhukam mendapat dukungan seluruh ketua umum parpol pengusung.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD jawab pertanyaan pada diskusi Tabrak Prof! di Kota Semarang, Selasa (23/1/2024) malam. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Mahfud MD belum mundur dari Menkopolhukam karena masih punya PR. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, LAMPUNG - Rencana calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD mundur dari jabatan Menteri Koordinator Polisik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) mendapat dukungan dari seluruh ketua umum partai politik (parpol) pengusung.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, mundurnya Mahfud dari Kabinet Indonesia Maju lantaran menjadi peseta Pilpres 2024 menunggu momen yang tepat.

Hasto menyebut, Mahfud baru akan mundur setelah beberapa tugas yang menjadi tanggung jawab Menkopolhukam tuntas dikerjakan.

"Sebenarnya, sudah ada kesepakatan (terkait mundur) dengan Pak Ganjar dan Prof Mahfud yang didukung oleh seluruh ketua umum partai politik (pengusung)," kata Hasto seusai menghadiri kampanye terbuka PDI-P di Lapangan Sawah Brebes, Bandar Lampung, Minggu (27/8/2024).

Baca juga: Alasan Mahfud MD Belum Mundur dari Menko Polhukam setelah Jadi Cawapres: Beri Contoh Soal Etika

Hasto mengatakan, Mahfud masih memiliki "pekerjaan rumah" sebagai Menkopolhukam yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.

"Jadi, Prof Mahfud ini abdi negara, beliau bertanggung jawab, jadi sebelum mundur, segala sesuatunya akan diselesaikan terlebih dahulu," katanya.

Secara spesifik, Hasto menjabarkan "pekerjaan rumah" Menkopolhukam yakni kasus tanah dan kejahatan koorporasi serta keuangan, meski tidak secara detail menyebut kasusnya.

"Banyak tugas mendesak juga dari Prof Mahfud, persoalan ketidakadilan terkait tanah, kejahatan di dunia koorporasi, keuangan, harus diselesaikan oleh Prof Mahfud," katanya.

Baca juga: Ganjar Minta Mahfud MD Mundur dari Menkopolhukam, Hindari Conflict of Interest Kampanye Pilpres 2024

"Misalnya ada tuntutan terkait kasus tanah di Rempang, itukan harus diselesaikan karena menyangkut hajat hidup orang banyak," tambahnya.

Terkait kapan waktunya Mahfud mundur dari jajaran kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hasto hanya menyebut menunggu "momen" yang tepat.

"Tentu saja akan kami lihat momentumnya. Sudah ada kesepakatan dengan Pak Ganjar. Kalau dari pembahasan itu, kami cari momentum yang terbaik," katanya. (Kompas.com/Tri Purna Jaya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekjen PDI-P Sebut Seluruh Ketum Parpol Pengusung Dukung Mahfud Mundur dari Menkopolhukam".

Baca juga: Laga Digelar di Stadion Kecil, WNI di Qatar Kesulitan Dapat Tiket Nonton Indonesia vs Australia

Baca juga: 90 TPS di Kudus Rawan Banjir, KPU Siapkan Lokasi Cadangan hingga Koordinasi dengan BPBD

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved