Selasa, 28 April 2026

Doa doa

Doa Sholat Witir Lengkap dengan Tata Cara dan Bacaan

Sholat witir biasa dikerjakan pada bulan Ramadhan. Terutama setelah sholat tarawih.

ISTIMEWA/KALTIM.TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi doa sholat witir. Sholat witir biasa dikerjakan pada bulan Ramadhan. Terutama setelah sholat tarawih. Namun demikian, sebetulnya, sholat witir bisa dikerjakan di luar bulan suci Ramadhan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Berikut doa sholat witir lengkap dengan tata cara dan bacaannya.

Sholat witir biasa dikerjakan pada bulan Ramadhan.

Terutama setelah sholat tarawih.

Namun demikian, sebetulnya, sholat witir bisa dikerjakan di luar bulan suci Ramadhan.

Setelah sholat tarawih, sholat witir bisa dikerjakan sebanyak 3 rakaat.

Caranya yakni dua rakaat salam, kemudian mengerjakan satu rakaat lagi.

Bisa juga dengan tiga rakaat sekaligus.

Setelah rakaat ketiga baru salam.

Habib Zain bin Ibrahim bin Sumait di kitab Taqrirat as-Sadidah menuturkan, jumlah rakaat sholat witir adalah satu rakaat.

Tetapi, ia menganjurkan bahwa mengerjakan sholat witir yakni lebih baik tiga rakaat dibandingkan satu rakaat.

Jika sholat witir dilaksanakan satu rakaat dianjurkan setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas dilanjutkan Al-Falaq dan An-Nas.

Sementara, jika sholat witir dilaksanakan tiga rakaat, dianjurkan membaca surat Al-A'la setelah Al-Fatihah di rakaat pertama.

Rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun.

Kemudian, rakaat terakhir membaca surat Al-Ikhlas dilanjutkan Al-Falaq dan An-Nas setelah membaca Al-Fatihah

Tata Cara Sholat Witir

Rakaat pertama dan kedua:

  1. Niat shalat witir
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Mambaca surat Al-A'laa
  5. Rukuk
  6. I’tidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri masuk rakaat kedua
  11. Membaca surat Al-Fatihah
  12. Membaca surat Al-Kafirun
  13. Rukuk
  14. I’tidal
  15. Sujud pertama
  16. Duduk di antara dua sujud
  17. Sujud kedua
  18. Salam

Rakaat ketiga:

  1. Niat sholat witir
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Membaca surat Al-Ikhlas dilanjut Al-Falaq dan An-Nas
  5. Rukuk
  6. İ’tidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Duduk tasyahud atau tahiyat akhir
  11. Salam
  12. Setelah salam terakhir ini dilanjutkan dengan membaca doa

Doa Sholat Witir

Membaca dzikir 3 kali di bawa ini:

 سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوسِ   

Subhanal Malikil Quddus

Artinya: Mahasuci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa

Setelah itu membaca doa berikut:

سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، جَلَّلْتَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ بِالعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَّرْتَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَـاكَ مِنْ سُخْطِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم (وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ)

Artinya, “Mahasuci Allah Penguasa Yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau penuhi langit dan bumi dengan kemuliaan dan keperkasaan-Mu. Engkau memiliki keperkasaan dengan kekuasaan-Mu, dan Engkau tundukkan hamba-Mu dengan kematian. “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk dari tiupan dan bisikannya, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”   

Kemudian membaca bacaan berikut hingga 40 kali:

‎ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ لَاإِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ سُبْحَــانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ   

Artinya: Wahai Dzat Yang Mahahidup dan berdiri sendiri, tiada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.

Setelah itu, kemudian diakhiri dengan membaca ayat berikut:

   ‎فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ 

Artinya: Maka Kami kabulkan (doa) nya dan Kami selamatkan dia dari kedudukan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved