Pemilu 2024
Soal Knalpot Brong saat Kampanye, Sosiolog Unsoed: Cari Simpati Malah Antipati yang Didapat
Selain menimbulkan polusi keberadaan knalpot brong dapat menjadi trigger konflik sosial.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: mamdukh adi priyanto
ist/dok Unsoed
Pakar Sosiologi Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Dr Muslihudin. mendukung langkah Polda Jateng melarang knalpot brong saat kampanye terbuka. Dilihat dari pendekatan sosiologis knalpot brong mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.
Alih-alih mendapat simpati dari masyarakat malah antipati yang didapatkan," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (5/1/2024).
Hal menarik dari fenomena tersebut, mengapa hanya di Jawa Tengah.
Apakah pengguna knalpot brong memang banyak hanya di Jateng, atau Poldanya yang responsif, atau partai politiknya yang suka menggunakan knalpot brong.
Hal itu dapat dikaji lebih lanjut.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, larangan penggunaan knalpot brong oleh massa kampanye akan dimasukan ke dalam surat izin kepolisian terkait pengajuan izin pelaksanaan kampanye oleh partai politik. (*)
Berita Terkait
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.