Jumat, 15 Mei 2026

Berita Wonosobo

Lahan Pertanian Semakin Sempit, Petani Gurem di Wonosobo Bertambah 9.409 KK dalam 10 Tahun

petani yang memiliki lahan pertanian kurang dari 0,50 hektare. Sesuai ST2023 RTUP Gurem di Wonosobo mengalami peningkatan sebesar 9.409 rumah tangga

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Imah Masitoh/Tribun Jateng
Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST 2023) Tahap I oleh BPS Kabupaten Wonosobo yang berlangsung di Ruang Rapat Mangunkusumo Setda Wonosobo, Selasa (12/12/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo menyampaikan Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) Tahap I, Selasa (12/12/2023) di Ruang Rapat Mangunkusumo Setda Wonosobo.


Sensus pertanian dilakukan setiap 10 tahun sekali yang mencatat pertanian Indonesia untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Tahun ini ST2023 merupakan sensus pertanian ke-7.


Kepala BPS Kabupaten Wonosobo, Mustaqim menyampaikan, dalam Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) Tahap I merupakan data sensus pertanian yang dikumpulkan di bulan Juni dan Juli tahun ini.


"Ini bisa menjadi data dasar untuk bisa digunakan untuk perencanaan pembangunan di masing-masing daerah terutama di daerah Wonosobo. Kita mengeluarkan beberapa data itu sudah sampai level kecamatan," ujarnya.

Baca juga: Teken Pra-Kontrak dengan Klub Luar Negeri, Pratama Arhan Berlabuh ke Korea Selatan atau Eropa?


Meski demikian Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST 2023) Tahap I masih dalam cakupan umum.

Terkait data yang lebih detail masih dalam tahap penyelesaian akhir yang rencananya akan dirilis pada April 2024 mendatang.


Lebih lanjut dijelaskan, ST2023 di Kabupaten Wonosobo melibatkan 780 petugas lapangan dengan cakupan sektor meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, dan jasa pertanian.


Serta cakupan unit usaha pertanian yang meliputi Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL).


"Secara umum untuk Wonosobo ini jumlah rumah tangga usaha pertanian itu ada peningkatkan, unit usaha pertaniannya juga sudah ada peningkatan namun yang perlu kita kasih lebih dalam lagi yang meningkat ini petani yang kategorinya gurem," jelas Mustaqim.


Petani gurem merupakan petani yang memiliki lahan pertanian kurang dari 0,50 hektare. Sesuai ST2023 RTUP Gurem di Wonosobo mengalami peningkatan sebesar 9.409 rumah tangga atau 8,63 persen dalam sepuluh tahun terakhir.

Jumlah petani gurem terbanyak berada di Kecamatan Wadaslintang, Kepil, dan Kalikajar.


Hasil Pencacahan Lengkap ST2023 Tahap I lebih lanjut dipaparkan langsung Kepala BPS Kabupaten Wonosobo. Jumlah usaha pertanian hasil ST2023 di Kabupaten Wonosobo sebanyak 142.977 unit, naik 0,27 persen dari tahun 2013.


Sementara Jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) sebanyak 146.402 unit atau naik 2,67 persen dari tahun 2013. Jumlah Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB) sebanyak 4 unit, mengalami penurunan 33,33 persen dari tahun 2013 yang sebanyak 6 unit. Jumlah Usaha Pertanian Lainnya (UTL) sebanyak 124 unit, turun 25,30 persen dari tahun 2013 yang sebanyak 166 unit.


Usaha Pertanian Perorangan (UTP) mendominasi usaha pertanian di semua subsektor, dimana terbanyak ada di subsektor tanaman hortikultura mencapai 144.974 unit usaha. UTP terbanyak terdapat di Kecamatan Wadaslintang sebanyak 15.822 unit dan paling sedikit di Kecamatan Wonosobo sebanyak 4.021 unit.


Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB) terbanyak terdapat di subsektor perkebunan mencapai 3 unit usaha, dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL) terbanyak terdapat di subsektor hortikultura mencapai 50 unit usaha.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved