Selasa, 19 Mei 2026

Berita Banyumas

Dikira Ban Pecah, Letusan di Kedungrandu Banyumas Ternyata dari Pistol Perampok Bobol Truk Ekspedisi

Dikira ban pecah, suara letusan di Kedungrandu, Banyumas, Rabu (6/12/2023) subuh, ternyata datang dari perampok yang bobol truk ekspedisi.

Tayang:
Editor: rika irawati
UNSPLASH/MAXIM HOPMAN
Ilustrasi penodongan senjata api. Kawanan perampok bobol truk ekspedisi berisi produk farmasi dan mal di Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (6/12/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Suara letusan yang terdengar Rabu (6/12/2023) subuh membuat Carwan, penanggung jawab gudang di Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terbangun dari tidur.

Letusan yang awalnya dikira ban pecah itu ternyata bersumber dari kawanan perampok yang menggasak barang-barang di truk boks milik perusahaan jasa ekspedisi tempat dia bekerja.

Hal ini diungkapkan Carwan saat olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian, Jumat (8/12/2023).

Carwan mengatakan, saat kejadian, truk yang dibobol perampok itu terparkir di depan gudang.

Baca juga: Pura-pura Sediakan Jasa Travel, Tiga Warga Sumpiuh Banyumas Rampok Penumpang dari Tegal

Saat itu, dia di dalam gudang dan tengah tidur terlelap.

"Sekitar pukul 04.00 WIB kurang, terbangun, mendengar suara letusan. Saya kira ban pecah, jadi saya tetap di dalam (gudang). Enggak tahu kalau itu letusan tembakan," kata Carwan di sela olah TKP.

Berselang beberapa menit, Carwan mendapat telepon dari penjual pecel lele di pinggir jalan yang tak jauh dari lokasi.

Sambil ketakutan, penjual pecel lele itu mengabarkan terjadi perampokan.

"Sambil ketakutan bilang 'rampok, rampok, rampok', terus saya buru-buru keluar. Tapi pintu gudang tidak bisa dibuka, saya dobrak, ternyata dari luar pintunya diikat pakai pelepah pisang," ujar Carwan.

Saat keluar, Carwan mendapati pintu truk boks sudah dalam kondisi terbuka.

Sebagian barang berupa produk farmasi dan perlengkapan mal di dalamnya telah raib.

Kawanan perampok itu diperkirakan tiga orang.

Baca juga: Kasus Pupuk Palsu di Banyumas Terungkap, 5 Orang Ditangkap, Ini Modusnya

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Adriansyah Rithas Hasibuan mengatakan, tidak ada korban dalam peristiwa itu.

Namun, akibat peristiwa itu, kerugian diperkirakan lebih dari Rp200 juta.

"Dari hasil olah TKP, kami menemukan satu buah selongsong peluru."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved