Perang Palestina Israel

Dibantu AS, Qatar dan Mesir Upayakan Gencatan Senjata Hamas-Israel Diperpanjang

Qatar dan Mesir terus mengupayakan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang berakhir hari ini, Kamis (30/11/2023) pagi, diperpanjang.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/AFP
Gambar yang diambil dari rekaman video AFPTV menunjukkan warga Palestina memeriksa kehancuran pasca serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza, pada 1 November 2023 lalu. Qatar dan Mesir terus mengupayakan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang berkahir pagi ini, Kamis (30/11/2023) pagi, bisa diperpanjang. 

IDF mengatakan, pihaknya yakin, sekitar 159 sandera masih berada di Gaza.

AS Ingin Gencatan Senjata Diperpanjang

Harapan gencatan senjata tak hanya datang dari pihak mediator tetapi juga Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai pendukung Israel.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, saat di Brussels menyebut, negaranya menginginkan masa tenang diperpanjang.

Hari ini, ia akan bertemu dengan kabinet perang Israel di Tel Aviv.

"Saya berharap untuk membahas hal ini besok ketika saya berada di Israel, untuk bertemu dengan pemerintah."

"Dan, sekali lagi, kami memiliki rekan-rekan lain di pemerintahan yang sedang berupaya keras untuk mewujudkan hal tersebut," kata Blinken.

"Kami ingin, jeda ini diperpanjang karena hal pertama dan terpenting yang bisa dilakukan adalah pembebasan para sandera, pulang ke rumah, dan berkumpul kembali dengan keluarga mereka," lanjutnya.

Baca juga: Dibantu Palang Merah, Kemenkes Palestina Evakuasi Pasien RS Indonesia di Tengah Kepungan Tank Israel

Utusan khusus presiden untuk urusan penyanderaan, Roger Carstens juga diperkirakan akan mengunjungi Israel pada hari Kamis.

Ada sekitar delapan orang Amerika yang termasuk di antara para tawanan.

Qatar dan Mesir, yang memediasi pembicaraan tidak langsung antara Hamas dan Israel, di Doha dengan bantuan AS, dilaporkan sedang mengerjakan dua kesepakatan secara bersamaan.

Upaya yang lebih besar dan signifikan dapat mencakup pembebasan 159 sandera yang tersisa dan berakhirnya perang Gaza yang dimulai ketika Hamas membunuh lebih dari 1.200 orang saat mereka menyusup ke Israel pada tanggal 7 Oktober.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari tampak secara terbuka mengkonfirmasi upaya ini selama percakapan dengan CNN.

"Negosiasi kami mengenai perempuan dan anak-anak menempati posisi terpenting dalam diskusi tersebut. Namun, jelas, kami bergerak menuju pembebasan laki-laki sipil," kata Ansari merujuk pada kesepakatan yang lebih besar.

Namun, agar Qatar bisa fokus pada kesepakatan yang lebih besar, pertama-tama, mereka harus memperpanjang jeda pertempuran setelah Kamis pagi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved