Berita Jateng

Ngeri, Produksi Sampah di Kendal Capai 410 Ton Per Hari

Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi terkait penanganan sampah secara digital

Penulis: hermawan Endra | Editor: khoirul muzaki
Hermawan Endra/Tribun Jateng
Sosialisasi Digitalisasi Penanganan Sampah bersama Sekolah Sampah Nusantara dan Mauntrash digelar di Aula Kecamatan Weleri, Senin 23 Oktober 2023. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Guna memecahkan permasalahan sampah, Pemerintah Kecamatan Weleri, Kendal mendatangkan Founder Sekolah Sampah Nusantara (SSN) Jakarta yang tercetus dari Gugus Depan Pramuka - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan dan pengolahan sampah.


Kegiatan yang dikemas dalam Sosialisasi Digitalisasi Penanganan Sampah bersama Sekolah Sampah Nusantara dan Mauntrash digelar di Aula Kecamatan Weleri, Senin 23 Oktober 2023. Dibuka Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo, diisi narasumber dari Founder Sekolah Sampah Nusantara dan Mauntrash, Titik Nuraini dan Siti Chomsatun. Serta diikuti Kepala Desa, Ketua Bumdes, perwakilan karang taruna, perwakilan sekolah se-Kecamatan Weleri.


Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi terkait penanganan sampah secara digital yang akan disampaikan narasumber.


"Kabupaten Kendal telah memiliki perda dan perbup sampai turunannya sampai desa sudah ada, tapi kenyataannya sampai saat ini tidak ada ketidakberhasilan, atau mungkin mandek. Nah permasalahannya dimana. Kali ini kita mendatangkan beliau dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk memberikan solusi penanganan sampah melalui mesin ATM Dropbox Digital," kata Camat Weleri.


Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Wiwik Julianti mengungkapkan,  produksi sampah di Kabupaten Kendal ada sekitar 410 ton setiap harinya, namun baru 180 ton yang dapat ditangani. Untuk itu DLH mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama bagaimana memecahkan persoalan sampah yang ada di Kabupaten Kendal

"Jadi masih ada sekitar 230 ton yang belum tertangani oleh kita. Nah itu ada mungkin yang dibakar, ada yang masuk ke sungai. DLH terus melakukan edukasi terkait sampah. Tetapi kita juga minta peran serta dari seluruh elemen, untuk turut membantu mengatasi permasalahan sampah ini," terang Wiwik.

Baca juga: Waspada, Warga di Lereng Gunung Slamet Banyumas Dengar Suara Gemuruh


Dirinya berharap, melalui sosialisasi  penanganan sampah secara digital ini dapat memberikan solusi terkait masalah sampah di Kabupaten Kendal. Dan dapat diimplementasikan di masing-masing desa.


"Kewajiban dari masing-masing desa untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Karena kalau tidak dibantu Pemdes TPA akan membludak " tegasnya.


Sementara, Founder SSN, Titik Nuraini dalam paparannya menjelaskan, prinsip dasar pengolahan sampah adalah pemilahan. Yakni antara sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayur, sisa buah, daun, rumput, dan lain sebagainya, sampah anorganik, seperti plastik, kaca, kertas, kaleng, logam, maupun sampah B3 yaitu baterai, lampu, botol pembasmi serangga dan sejenisnya.

Ia memaparkan, di era serba digitalisasi seperti saat ini, semua akan mengalami perubahan, termasuk permasalahan sampah.

Seperti yang dikembangkan Sekolah Sampah Nusantara dan Mauntrash berupa Bank Sampah di Era Digital yang memanfaatkan teknologi dan gadget.

Baca juga: Integritas Jimly Ashiddiqie sebagai Anggota MKMK Diragukan: Dukung Prabowo, Anak Pengurus Gerindra

"Jadi semacam mesin ATM Dropbox Digital. Caranya warga mendownload aplikasi Dbx-Mauntrash, setelah itu scan QR-Code, kemudian masukkan botol kedalam dropbox dan insentive akan masuk dalam saldo aplikasi secara real time online," paparnya.


Menurutnya, mesin ATM Dropbox Digital tersebut dapat memberikan solusi permasalahan sampah sekaligus menjadikan peluang untuk mendapatkan insentive.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved