Rabu, 29 April 2026

Berita Banyumas

Ebeg Banyumasan Bidah? Ini Tanggapan Dewan Kesenian Banyumas Sadewo

Wakil Bupati Banyumas yang juga Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas, Sadewo Trilastiono menampik bahwa kesenian Ebeg Banyumasan merupakan bidah.

Tayang:
ist
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo (tengah) yang juga Ketua Dewan Kesenian Banyumas bersama anggota DPRD Jateng, Asfirla Harisanto (kanan) saat menghadiri pertunjukan Ebeg Bigar Ndalu yang dilaksanakan di Lapangan Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Wakil Bupati Banyumas yang juga Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas, Sadewo Trilastiono menampik bahwa kesenian Ebeg Banyumasan merupakan bidah.

Menurutnya, Ebeg Banyumasan merupakan budaya lokal asli daerah yang harus dijaga dan dilestarikan.

Sehingga, jangan dicampur adukan dengan bidah.

Hal ini diungkapkan Sadewo saat pagelaran Ebeg Bigar Ndalu di Lapangan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas, Sabtu (16/9/2023) malam.

Baca juga: Semaraknya Ebeg Bigar Ndalu di Rawalo Banyumas, DPRD Jateng: Supaya Anak Muda Tahu Ada Budaya Lokal

Pertunjukan Ebeg Banyumasan yang diselenggarakan DPRD Jateng dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng ini mampu menyedot antusiasme penonton termasuk kalangan anak muda.

Selain Sadewo, hadir juga anggota DPRD Jateng, Asfirla Harisanto, pemerhati seni budaya, Djasarmen Purba, dan Pembina Paguyuban Kuda lumpung se Kabupatan Banyumas (Pakumas), Suherman Sajuki.

"Saya sering dapat pesan kalau ebeg itu bidah.

Apakah Ebeg itu bid’ah? Tidak Kan?

Tentu tidak, Ebeg itu kesenian, jadi jangan dicampur adukkan.

Baca juga: 51 Budaya Jateng Masuk WBTb Kemdikbud. Selain Mendoan, Ada Ebeg Banyumas dan Hik Solo

Mari kita pelihara,” kata Sadewa dalam sambutannya.

Dihimpun dari berbagai sumber, kesenian ebeg berkembang di daerah Jawa Tengah, khususnya wilayah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Kebumen. Sehingga, ada namanya Ebeg Banyumasan.

Ebeg merupakan seni tari tradisional yang bercerita tentang kesatria yang berlatih perang.

Kesenian ini berkembang sejak meletusnya perang Diponegoro.

Baca juga: Bantu Seniman Ebeg, Pemkab Banyumas Gelontor Stimulan Rp 5 Juta Per Kelompok

Pemain ebeg terdiri dari 5 hingga 8 orangyang menari dengan diiringi gamena.

Sejatinya, tarian ini melambangkan dukungan rakyat terhadap Pangeran Dipenogoro dalam melawan penjajah.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved