Berita Banyumas
Bantu Seniman Ebeg, Pemkab Banyumas Gelontor Stimulan Rp 5 Juta Per Kelompok
Pemkab Banyumas menggelontorkan bantuan Rp 5 juta untuk setiap kelompok seni kuda lumping (ebeg) di wilayah tersebut.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menggelontorkan bantuan Rp 5 juta untuk setiap kelompok seni kuda lumping (ebeg) di wilayah tersebut.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Banyumas akibat larangan pertunjukan kesenian tersebut selama pandemi Covid-19.
Saat ini, Pemkab Banyumas telah mengizinkan lagi pagelaran ebeg digelar namun dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).
Hal ini disampaikan Bupati Banyumas Achmad Husein saat acara Penganugerahan Ebeg dan Kesenian Langka di Gedung Kesenian Suteja Purwokerto, Sabtu (4/12/2021).
"Ada dana stimulan Rp 5 juta untuk setiap kelompok ebeg. Di Banyumas, kami beri kepada 60 kelompok ebeg, dipotong pajak 6 persen," kata Husein.
Baca juga: Purwokerto dan Cilacap Catat Inflasi pada November: Tertinggi Sepanjang 2021, Dipicu Harga Telur
Baca juga: Pemkab Banyumas Stok 20 Ribu Reagen, Siap Gelar Rapid Antigen pada Wisatawan saat Libur Nataru
Baca juga: Bus Trans Banyumas Resmi Layani Warga, Gratis Selama Sebulan
Baca juga: Dinas Pekerjaan Umum Banyumas Siap Kerjakan 26 Jalan dan Jembatan Senilai Rp 107 Miliar di 2022
Husein mengatakan, para pekerja seni ebeg sudah mendapat lampu hijau menggelar pertunjukan.
Ini ditandai dengan festival ebeg yang digelar secara virtual, 1-28 November lalu secara daring.
Dan Sabtu malam, diumumkan para pemenang yang ambil bagian dalam festival tersebut dan pemberian anugerah.
Terkait pementasan ebeg, Husein meminta para pekerja seni mengembangkan dan menciptakan nuansa baru dalam setiap penampilan.
Nuansa baru tersebut diharapkan agar generasi milenial bisa suka terhadap kesenian ebeg.
"Ada nuansa baru tetapi tidak menghilangkan pakem ebeg," katanya.
Baca juga: Terlibat Perkelahian saat Pertandingan Persahabatan, 2 Warga Purbalingga Dipolisikan. Kini Masuk Bui
Baca juga: Mahasiswa, Kamu Harus Sudah Divaksin Lengkap Kalau Ingin Ikut PTM Kampus di Kota Semarang!
Baca juga: BPBD Lumajang Akui Tak Ada Alat Deteksi Dini Letusan Semeru, Warga Malah Tonton Erupsi dari Sungai
Baca juga: Tersesat, Pendaki Gunung Merbabu Asal Ukraina Ditemukan Tanpa Logistik
Selain itu, Husein juga meminta para pelaku seni bisa secara rutin melakukan pementasan di Gedung Sutejo, terutama setiap Sabtu dan Minggu.
"Jadi, tetap, tujuannya menarik wisatawan. Yang terpenting, ada nuansa baru itu."
"Jangan sampai yang datang bilang, lah kaya gini saya si sudah lihat."
"Dan tentunya, tetap prokes," terangnya.
Dalam acara tersebut, Husein turut menari ebeg bersama kepala Dinas Dinporabudpar, dan sejumlah awak media. (Tribunbanyumas/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pertunjukan-ebeg-atau-kuda-lumping-di-gedung-kesenian-suteja-purwokerto-sabtu-4122021.jpg)