Jumat, 10 April 2026

Berita Banyumas

6 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Banyumas Terjadi Selama September

Enam kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sepanjang September 2023 ini.

TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Ilustrasi petugas pemadam berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Enam kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sepanjang September 2023 ini. Jumlah kasus kebakaran karhutla ini meningkat dari bulan lalu, pada Agustus, yaitu sebanyak empat kejadian. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Enam kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sepanjang September 2023 ini.

Jumlah kasus kebakaran karhutla ini meningkat dari bulan lalu, pada Agustus, yaitu sebanyak empat kejadian.

Faktor penyebab kebakarann karhutla di berbagai tempat di Banyumas tersebut bermacam-macam.

Namun demikian, BPBD Banyumas belum merujuk ke satu kesimpulan.

Baca juga: 198 Kebakaran Hutan dan Lahan Karhutla Terjadi di Jateng, Meningkat Sejak Juni

Namun yang jelas, faktor kekeringan atau el nino menjadi satu di antaranya penyebab kebakaran.

"Penyebab dari kebakaran tersebut, masih didalami. 

Sebab dalam situasi seperti ini, el nino ditambah berbagai faktor. 

Dari keterangan-keterangan yang didapat belum mengerucut pada kesimpulan," kata Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Budi Nugroho kepada TribunBanyumas.com, Jumat (15/9/2023).

Data BPBD Banyumas, kejadian karhutla pada September terjadi di beberapa titik, meliputi:

  • Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo pada tanggal 1 September seluas 1 hektare.
  • Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja pada 4 September seluas 2.000 meter persegi.
  • Desa Kaliwedi, Kecamatan Kebasen pada 6 September seluas 5.000 meter persegi.
  • Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati 10 September seluas 2,5 hektar.
  • Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok 13 September seluas 7 hektar.
  • Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok 13 September seluas 1 hektar.

Sedangkan pada Agustus tercatat ada 4 kejadian kebakaran, yaitu:

  • Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar.
  • Desa Sokaraja Lor, Kecamatan Sokaraja.
  • Desa Gambarsari, Kecamatan Kebasen.
  • Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas

Budi Nugroho mengimbau, agar jangan sampai ada ketidakpedulian dari masyarakat. 

Seperti buang putung rokok sembarangan yang bisa memicu terjadinya titik api. (*)

Baca juga: Pendakian Gunung Slamet Ditutup untuk Hindari Kebakaran Hutan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved