Berita Jateng
198 Kebakaran Hutan dan Lahan Karhutla Terjadi di Jateng, Meningkat Sejak Juni
Kebakaran hutan dan lahan atau Karthutla serta tempat pembuangan akhir (TPA) di Jawa Tengah mengalami peningkatan sejak Juli 2023.
Penulis: budi susanto | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kebakaran hutan dan lahan atau Karthutla serta tempat pembuangan akhir (TPA) di Jawa Tengah mengalami peningkatan sejak Juli 2023.
Berdasarkan data di BPBD Provinsi Jateng, ada sebanyak 198 kasus kebakaran yang melanda karhutla di Jateng.
Hal itu menjadikan Jateng sebagai daerah darurat kebarakan di tengah kemarau.
Dampak Kemarau panjang ternyata tidak hanya mengakibatkan kekeringan, tetapi juga kebakaran di beberapa tempat.
Baca juga: Kebakaran Bromo Karena Flare Berdampak Okupansi Hotel, Ini Kata Menteri Sandiaga Uno
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat, BPBD Jateng, Muhamad Chomsul menyatakan, kebakaran yang terjadi di Jateng mengalami peningkatan sejak Juni.
Di mana pada Juni 2023 terdata 10 kebarakan terjadi di wilayah Jateng.
Pada Juli kejadian kebarakan merangkak naik dengan 40 kejadian kebarakan.
“Sementara pada Agustus kejadian kebakaran di hutan, lahan dan TPA menjadi 81 kejadian dan September 65 kejadian,” katanya kepada TribunBanyumas.com, Jumat (15/9/2023).
Adapun data yang disampaikan BPBD Provinsi Jateng, kebakaran hutan, lahan dan TPA hampir merata terjadi di Jateng.
Baca juga: Pendakian Gunung Slamet Ditutup untuk Hindari Kebakaran Hutan
Titik terbanyak terjadi kebakaran hutan, lahan dan TPA di Jateng dari Januari hingga September ada di Klaten dengan 37 kejadian.
Lokasi dengan kejadian kebakaran kedua di Jateng ada di Sragen dengan 20 kejadian, disusul oleh Sukoharjo 18 kejadian, Kudus 16 kejadian, Wonogiri 11 kejadian dan Kota Semarang dengan 10 kejadian. (*)
Baca juga: Polisi Periksa Satu Orang, Kebakaran Hutan di Purwojati Banyumas: Bekas Tebangan Kayu Pinus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kebakaran-gunung-Sumbing-padam.jpg)