Berita Jateng
Alun-Alun Masjid Agung Semarang Bakal Gunakan Rumput Sintetis
Rumput Alun-Alun Masjid Agung Semarang (MAS) akan diganti menggunakan rumput sintetis.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Rumput Alun-Alun Masjid Agung Semarang (MAS) akan diganti menggunakan rumput sintetis.
Saat ini, lapangan Alun-Alun MAS masih ditutup menunggu pemasangan rumput sintetis.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, memaparkan, penggantian rumput asli ke rumput sintetis di Alun-Alun MAS bertujuan agar bersih.
Sebelumnya, rumput dialun-alun terlihat gundul dan terkesan kotor. Dengan diganti menggunakan rumput sintetis diharapkan bisa lebih bersih dan bisa dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat.
"Rencana akan pakai sintetis semua biar bersih, kalau tidak kotor, gundul," ucap Ita, sapaanya, Minggu (10/9/2023).
Baca juga: Rekam Jejak Tersangka Pembunuhan Istri di Dumai, Bos Ketan Grobogan yang Jadi DPO Petani
Setelah menggunakan rumput sintetis, Ita meminta alun-alun tidak digunakan untuk berjualan. Alun-alun digunakan untuk tempat bersantai.
Pihaknya pun sudah melakukan rebranding Kauman Johar. Aktivitas perdagangan diperbolehkan di luar alun-alun.
"Sehingga, lapangan bisa dinikmati semua orang," sambungnya.
Lebih lanjut, Ita menambahkan, proses pengadaan rumput sintetis untuk lapangan Alun-Alun MAS awalnya direncanakan bersamaan dengan perbaikan jalan yang rusak di area alun-alun.
Namun, saat itu, bersamaan dengan adanya audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Rekomendasi BPK, pengelolaan atau pembelian tidak boleh lebih dari Rp 1 miliar untuk swakelola. Sedangkan, pengadaan rumput sintetis lebih dari itu.
Baca juga: Kronologi Delapan Truk di Pabrik White Coffe Semarang Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan
"Kami coba konslutasi dengan BPK agar bisa pengadaan. Yang kurang memang itu (pengadaan rumput sintetis. Makanya kami tutup menunggu dari hasil konsultasi," jelas Ita.
Sementara, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto mengatakan, saat ini DPU masih memperbaiki area jalan alun-alun. Jalan yang semula batu granit diubah menjadi paving.
"Awalnya batu granit. Banyak yang pecah, kami ganti paving biar agak tahan," terangnya.
Menurutnya, DPU hanya mengerjakan perbaikan jalan saja. Sedangkan, perbaikan alun-alun menjadi ranah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Anggaran perbaikan jalan menggunakan pemeliharaan karena besaran tidak terlalu banyak. (eyf)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.