Berita Nasional
Limbah Nuklir Jepang Dibuang ke Samudera Pasifik, Indonesia Terdampak?
Indonesia belum menunjukkan sikap dan reaksi atas pembuangan limbah Fukushima.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, - Indonesia belum menunjukkan sikap dan reaksi atas pembuangan limbah Fukushima.
Diketahui, Jepang mulai membuang air limbah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang hancur sejak Kamis (24/8/2023) pekan lalu.
Lebih dari satu juta metrik ton air radioaktif yang telah diolah dari PLTN, dialirkan ke laut Pasifik.
Direktorat Hukum dan Perjanjian Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Syahda Guruh Langkah Samudera mengatakan, pihaknya masih melihat perkembangan kasus tersebut.
Dia belum mengkaji detail dampak yang akan diterima Indonesia.
Baca juga: Momen Prabowo-Ganjar Bergandengan Tangan Berjalan di Belakang Jokowi: Pengunjung Bergemuruh
"Kita masih melihat perkembangan. Kita bisa khawatir karena isu impact, tapi kita perlu wait and see dampak dulu. Kita juga bakal lihat konsiderasi sains basic impact. Ini yang belum kita pelajari sepenuhnya," kata dia saat mengisi seminar internasional Universitas Diponegoro di Hotel Padma Semarang, Selasa (29/8/2023).
Syahda melanjutkan, Indonesia bakal mengambil sikap seandainya mengalami dampak pembuangan limbah tersebut.
Baca juga: 27 Pemain Dipanggil Shin Tae-yong untuk Kualifikasi Piala Asia U-23, Satu Pemain dari Liga 2
"Impact apa yang timbul. Karena kalau tahu impactnya seperti apa, bisa jadi suatu negara akan mengambil tindakan tertentu termasuk Indonesia," paparnya.
Di sisi lain, Indonesia belum pernah menjadi korban pencemaran limbah nuklir. Menurutnya, pencemaran yang terjadi di perairan Indonesia masih sebatas limbah minyak.
"Indonesia belum ada pencemaran limbah nuklir. Kita belum punya reaktor sebesar Fukushima. Tapi kalau tumpahan minyak kita sudah pernah," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Menlu-soal-dampak-nuklir-jepang.jpg)