Minggu, 12 April 2026

Berita Jateng

Berada di Ketinggian Sekitar 1800 mdpl, Desa Terpencil di Batang Kini Terkoneksi Internet

Kebutuhan koneksi internet di era digital sekarang ini menjadi hak yang mendasar, tidak hanya di wilayah perkotaan tapi juga di desa terpencil. 

Penulis: dina indriani | Editor: khoirul muzaki
Ist
Kepala Diskominfo Batang Triossy Juniarto saat mengunjungi UMKM di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Kebutuhan koneksi internet di era digital sekarang ini menjadi hak yang mendasar, tidak hanya di wilayah perkotaan tapi juga di desa terpencil. 


Satu di antaranya adalah Desa Pranten  yang berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.


Sudah satu tahun desa itu terhubung dengan internet melalui program merdeka sinyal dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batang yang bekerja sama dengan provider Iconnet. 


Hadirnya akses internet di Desa Pranten memiliki dampak positif bagi warga. 

 

Warga desa tersebut kini tidak lagi ada kesenjangan informasi, hampir semua melek teknologi informasi yang menjadi jembatan ekonomi global.

Baca juga: Yuk, Jalan-jalan ke Museum Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa! Ada Diskon selama Libur HUT RI


Meskipun memiliki kondisi wilayah perbukitan dengan ketinggian 1.800 mdpl yang menjadi kendala kelancaran sinyal. 


“Dulu sebelum ada internet warga yo gaptek (gagap teknologi), kalau mau telepon saja susah, kita harus ke Dieng dulu dengan jarak yang cukup jauh dan naik turun bukit.


Sekarang bisa sambil tiduran di kamar sudah bisa semuanya,” tutut Sekretaris Desa Pranten, Ela Nurlaela.
 
Tidak hanya itu, masyarakat juga sudah bisa mengoperasikan gadget dan berselancar di dunia maya.


Bahkan pemuda lebih kreatif inovatif, mereka ada yang menjadi konten Vloger dan Youtuber. 


“Pemanfaatan internet tidak hanya mencari informasi, tapi juga dimanfaatkan untuk promosi produk dan jual beli online seperti keripik kentang, chiken dan sambel krangean dan lainnya melalui media sosial, kini mereka banyak orderan,” jelasnya. 


Ia juga menyatakan masyarakat juga sudah melakukan pembelian online melalui layanan Cash On Delivery (COD).

Baca juga: Dieng Kembali Diselimuti Es, Warga Ungkap Tanda-tandanya


Bahkan mereka juga belajar pengolahan makanan berbahan dasar kentang melalui medsos youtube. 


“Selain mereka jual kentang mentah yang jadi unggulan pertanian, masyarakat juga belajar olahan makanan melalui youtube.


Masyarakat juga sekarang tahu harga kentang melalui pantau informasi di medsos, yang dulu kita sering dibohongi oleh oknum pedagang nakal,” terangnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved