Berita Jateng
Berada di Ketinggian Sekitar 1800 mdpl, Desa Terpencil di Batang Kini Terkoneksi Internet
Kebutuhan koneksi internet di era digital sekarang ini menjadi hak yang mendasar, tidak hanya di wilayah perkotaan tapi juga di desa terpencil.
Penulis: dina indriani | Editor: khoirul muzaki
Keberadaan jaringan internet menggunakan Fiber Optik (FO) di Desa Pranten menjadi berkah bagi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) meskipun hasilnya masih sebatas untuk biaya perawatan.
Dengan jumlah pelanggan internet warganya mencapai seratus dari jumlah 600 KK.
Baca juga: Perempuan Batang Tewas dengan Darah Berceceran di Kamar Kos Semarang, CCTV Ungkap Hal Mengejutkan
“Memang pengelolaannya dan pembayaran internet melalui Bumdes setiap bulan bisa mencapai Rp 6 Jutaan lebih, pembayaran provider hanya sekitar Rp 5 jutaan.
Dari total 600 KK yang sudah berlangganan ada seratus KK, tapi kejelasannya belum saya cek kembali,” ungkapnya.
Pihak pemerintah desa juga memberikan layanan hotspot internet gratis di dua titik yang menjadi layanan publik masyarakat Desa Pranten.
Masyarakat pun, lanjut dia, sekarang sangat dimudahkan dalam pelayanan pemerintahan yang sekarang hampir semuanya menggunakan aplikasi, baik pelayanan administrasi kependudukan maupun pembayaran pajak dan lainnya.
“Alhamdulilah masyarakat desa kini sudah mampu mengembangkan digital ekonomi, digital society dan digital government,” tandasnya.
Baca juga: 189 PPPK di Purbalingga Teken Kontrak Kerja, Diminta Bantu Selesaikan Problem Pembangunan
Sementara itu, Kepala Diskominfo Batang Triossy Juniarto mengaku, senang dan bahagia karena kerja keras yang selama ini dilakukan Pemkab Batang akhirnya membuahkan hasil.
Pihaknya pun terus melakukan evaluasi pasca masuknya jaringan internet di beberapa wilayah pedesaan.
"Karena dengan demografi yang beragam dan akses jalan yang sulit, kendala dalam penyebaran jaringan internet tidak bisa diabaikan, itulah mengapa kita lakukan evaluasi terus menerus,” ujarnya.
Menurutnya, akses internet bukan hanya menjadi jembatan menuju informasi global, tetapi juga menjadi katalisator perkembangan ekonomi digital, masyarakat digital, dan pemerintahan digital di daerah ini.(din)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kunjungan-ke-UMKM-Pranten.jpg)