Kamis, 23 April 2026

Berita Nasional

Berani Benahi BUMN dan PSSI, Erick Thohir Dinilai Pemimpin Bernyali

Keberanian Erick Thohir dalam memimpin dan membenahi BUMN serta PSSI dinilai sebagai tindakan pemimpin yang memiliki keberanian dan nyali.

Editor: Editor Bisnis
IST
Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Keberanian Erick Thohir dalam memimpin dan membenahi BUMN serta PSSI dinilai sebagai tindakan pemimpin yang memiliki keberanian dan nyali. Sebab, bukan perkara yang mudah dalam membenahi kedua instansi tersebut.

“Bicara kapasitas, kompetensi, nyali dan keberanian tentu Pak Erick Thohir memiliki kriteria itu,” ucap Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno

Salah satu bentuk kepemimpinan bernyali Erick Thohir dalam membenahi BUMN adalah memerangi korupsi. Berbagai kasus korupsi yang telah lama bersarang di perusahaan-perusahaan pelat merah berhasil dituntaskan oleh menteri andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Salah satu di antaranya adalah membongkar korupsi di tubuh Garuda Indonesia atas penyewaan pesawat jenis ATR 72-600. Selain itu, ia juga berhasil menyelesaikan kasus Jiwasraya, Asabri, Waskita Beton Precast dan Pelindo.

Kini Erick Thohir bersama Kejagung berupaya mengungkap kasus penyelundupan emas yang terjadi di Antam. Sedangkan di sepak bola, Erick Thohir berani membongkar laporan keuangan PSSI pada periode 2017-2019 yang carut marut. 

Hal tersebut baru terungkap setelah Erick Thohir menggandeng firma audit internasional ternama Ernst & Young (EY). Dampak dari keberanian Erick Thohir sudah terlihat dari banyaknya torehan prestasi yang diukir oleh BUMN dan PSSI. 

Pada 2022 lalu, BUMN berhasul meraup laba terbesar sepanjang sejarah dengan mencetak untung sebesar Rp303 triliun. Sementara PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir berhasil menyabet medali emas SEA Games 2023. Raihan tersebut berhasil memutus 32 tahun penantian medali emas Sea Games.

“Di mana PSSI langsung berbenah dan melakukan event sepaktakuler membuat bangsa cukup bangga terutama insan sepak bola. Semisalnya untuk pertama kalinya 32 tahun meraih emas SEA Games, kemudian mendatangkan juara piala dunia Argentina untuk bertanding di Indonesia,” pungkas Adi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved