Senin, 25 Mei 2026

Incar Liquid Vape Beragam Rasa, Prekursor Narkoba Intai Anak Kendal

BNN Kabupaten Kendal endus modus baru peredaran zat prekursor ganja sintetis cair yang menyasar pelajar lewat liquid vape, Sabtu (23/5/2026).

Tayang:
Tribun Banyumas/Agus Salim Irsyadullah
PENJELASAN MODUS BARU - Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Kendal, Tri Wahyu Setianto saat memberikan keterangan pers terkait keberhasilan mengendus peredaran zat prekursor narkoba jenis Kanabinoid di Kendal, Sabtu (23/5/2026). Zat pemula pembuat ganja cair sintetis ini diwaspadai karena sengaja menyasar liquid vape aneka rasa yang digemari oleh kalangan pelajar sekolah. 
Ringkasan Berita:
  • BNNK Kendal mendeteksi peredaran zat prekursor narkoba yang menargetkan kalangan pelajar sekolah. 
  • Bahan kimia pemula ini dirancang untuk diubah menjadi narkoba jenis cairan Kanabinoid yang disusupkan ke rokok elektrik atau liquid vape aneka rasa. 
  • Meski produk cairannya belum beredar di Kendal, BNN bergerak cepat mengintervensi SMP dan SMA lewat program Ananda Bersinar demi menekan lonjakan angka pecandu muda nasional yang naik 2,11 persen.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Kendal, Tri Wahyu Setianto mengungkap adanya temuan modus baru peredaran prekursor narkoba di wilayah Kabupaten Kendal.

Prekursor sendiri merupakan sejenis zat, bahan pemula, atau senyawa kimia aktif yang jamak digunakan untuk memproduksi barang narkotika dan psikotropika.

Zat kimia ini umumnya memiliki fungsi legal untuk keperluan pemenuhan sektor industri atau farmasi resmi, namun kini diawasi dengan sangat ketat peredarannya karena sering disalahgunakan sebagai bahan baku pembuatan narkoba secara ilegal.

Baca juga: Beda Singapura dengan Indonesia, Vape Disamakan Narkoba hingga Penggunanya Dipidana

"Di Kendal kami mendeteksi adanya prekursor narkoba, ini modus baru dan sasarannya pelajar sekolah," katanya saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Sabtu (23/5/2026).

Dia menerangkan bahwa jenis narkoba itu pada dasarnya tergolong ke dalam senyawa alami seperti yang terkandung pada tanaman ganja, maupun jenis sintetis buatan yang bekerja berinteraksi langsung dengan reseptor di dalam otak manusia.

"Kalau ini bentuk cairnya. Sekarang itu vape menjadi sarana baru yang bisa disusupi narkoba jenis Kanabinoid," sambungnya menjelaskan celah kerawanan baru tersebut.

"Di Kendal baru prekursornya, atau bahan pembuatnya yang terdeteksi, dan belum sempat jadi cairan Kanabinoid," ungkapnya membeberkan fakta pencegahan dini di lapangan.

Lebih lanjut, Wahyu menerangkan jika zat jenis Kanabinoid ini biasanya sengaja disalahgunakan dengan memanfaatkan cara yang dinilai jauh lebih modern, yakni dengan dimasukkan ke dalam wadah rokok elektrik atau vape. Menurut penjelasannya, cairan Kanabinoid ini bakal dicampurkan secara senyap ke dalam cairan liquid vape yang menawarkan berbagai macam varian rasa manis dan buah. Langkah licik ini dilakukan pelaku agar para penggunanya secara tidak langsung akan merasakan efek ketergantungan atau kecanduan kronis.

"Vape itu kan varian rasanya beragam, nah itu menarik genrasi muda. Alhamdulillah Kendal belum masuk vape yang mengandung narkotika itu," imbuhnya mengucap rasa syukur atas pencegahan dini tersebut.

Wahyu memaparkan, secara akumulasi data nasional, kasus penyalahgunaan barang haram narkoba di kalangan generasi muda memang mengalami grafik peningkatan yang cukup signifikan sejak periode rentang tahun 2023 hingga tahun 2025 kemarin.

"Pengguna narkoba di kalangan anak-anak muda, naik 2,11 persen dari 3 juta menjadi 4 juta sejak tahun 2023 ke tahun 2025," urainya mendasarkan pada data rilis resmi.

"Mungkin dulu vape itu bisa sebagai ganti rokok, tetapi di situ ada celah narkoba masuk." paparnya menunjukkan titik lemah pengawasan pergaulan remaja saat ini.

Program besutan ini sengaja dirancang untuk melakukan intervensi langsung ke sekolah-sekolah di tingkat jenjang SMP dan SMA guna memasifkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini.

"Kami sudah intervensi ke sekolah-sekolah. Kami menjalin kerjasama dengan sekolah dengan harapan generasi muda sebagai target sasaran dan peredaran gelap narkoba bisa berkurang," tandasnya mengakhiri wawancara. (ags)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved