Berita Wonosobo
Ribuan Santri Wonosobo Ikuti Seleksi Lomba untuk Ajang MQK Nasional
Sebanyak 1.524 santri mengikuti seleksi untuk mewakili Jawa Tengah dalam Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Sebanyak 1.524 santri mengikuti seleksi untuk mewakili Jawa Tengah dalam Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional.
Kegiatan seleksi ini akan berlangsung dari tanggal 3-5 Mei 2023 di Pondok Pesantren Al-Mubarak Manggisan Wonosobo.
Dari 1.524 santri, terdiri dari 430 santri peserta seleksi terbatas, 70 official, 25 dewan hakim dan 1.000 santri Al-Mubarok.
Kepala Kanwil Kementrian Agama Jawa Tengah H. Musta'in Ahmad menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah melalui bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren).
Adapun jenis lomba yang dikompetisikan antara lain, lomba membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning, lomba debat Bahasa Arab, lomba debat Bahasa Inggris, bahtsul kutub kitab Fathul Mu’in menggunakan Bahasa Arab dan Inggris, serta debat qanun berbasis kitab kuning bagi Ma’had Aly.
Nantinya seluruh peserta terbaik hasil seleksi akan mewakili Jawa Tengah di MQK Nasional yang akan diselenggarakan di Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur pada bulan Juli 2023.
“Dengan adanya MQK provinsi ini harapan kita bersama semoga membawa manfaat dan maslahat bagi pengembangan lembaga pendidikan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di Jawa Tengah,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan, melalui event istimewa ini akan menemukan santri-santri terbaik di Jawa Tengah yang siap berkompetisi di tingkat nasional.
Menurutnya, pondok pesantren memiliki tiga peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni peran pendidikan, peran dakwah, dan peran pemberdayaan masyarakat.
Ketiganya esensial dalam pembangunan sumber daya manusia, maka dalam menjalankan fungsinya pondok pesantren harus mengoptimalkan tiga peran tersebut.
“Selain tumbuh dan berkembang di masyarakat dengan kekhasannya dalam berkontribusi mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin. Pesantren juga melahirkan insan beriman yang berkarakter, cinta tanah air dan berkemajuan,” ucapnya saat menghadiri acara Seleksi Terbatas MQK Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023, Sabtu (3/6/2023) di Pondok Pesantren Al-Mubarok, Wonosobo.
MQK tingkat Provinsi Jawa Tengah ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan lembaga pendidikan pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di Jawa Tengah.
Khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya terampil, akan tetapi intelektual muslim yang mampu berperan sebagai penjaga moral, melalui pengamalan ilmu-ilmu yang telah didapatnya dengan berdakwah.
“Keberadaan pesantren dan lomba ini, menunjukkan masih besarnya komitmen elemen bangsa terhadap pembangunan etika moral spiritual, sebagai pondasi dalam membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda kita,” jelasnya.
Bupati Afif berharap, MQK sepatutnya mampu menggugah dan menjadi daya tarik serta ruang tersendiri, sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri untuk mempelajari Al-Qur'an, Hadits, dan kitab kuning, sebagai pondasi dalam beribadah, berdakwah, dan berkehidupan, baik dalam lingkungan pondok pesantren maupun di luar pondok pesantren. (ima)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.