Berita Tegal
Cegah Perang Sarung yang Marak Dilakukan Pelajar saat Ramadan, Ini Upaya Disdikbud Kabupaten Tegal
Tak mau kecolongan akibat tawuran yang menewaskan seorang pelajar, Disdikbud Kabupaten Tegal mulai melakukan upaya pencegahan 'perang sarung' Ramadan.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Tak mau kecolongan lagi akibat tawuran yang menewaskan seorang pelajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tegal mulai melakukan upaya pencegahan 'perang sarung' yang biasa terjadi saat Ramadan.
Tahun lalu, tradisi yang marak terjadi saat Ramadan itu menewaskan seorang pelajar di Tegal. Juga, beberapa kali dilaporkan menimbulkan korban cedera.
Kepala Disdikbud Kabupaten Tegal Akhmad Was'ari mengatakan, pihaknya akan mengaktifkan program buku kegiatan Ramadan.
Dalam program ini, siswa wajib mencatat kegiatan atau aktivitas keseharian selama Ramadan di buku tersebut.
"Di buku kegiatan Ramadan ini, agenda siswa tersusun jelas sehingga nantinya, setiap pagi, wajib melaporkan hasilnya ke bapak atau ibu guru masing-masing."
"Dari sinilah, kami bisa melakukan monitoring, pengecekan, apakah siswa menjalankan tugas secara baik atau tidak," ungkap Was'ari, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: Perang Sarung Dua Kelompok Remaja di Procot Kabupaten Tegal Memakan Korban, Seorang Remaja Tewas
Baca juga: Orangtua Menangis Histeris di Mapolres Tegal: Anak Diamankan Polisi dan Kedapatan Bawa Celurit
Was'ari menegaskan, ia sudah menginstruksikan guru atau pengajar agar rutin melakukan pengecekan buku kegiatan Ramadan milik siswanya.
Apakah siswa benar-benar melaksanakan agenda sesuai yang tertera dalam buku kegiatan Ramadan atau tidak.
Selain itu, guru juga harus bisa memastikan laporan siswa benar-benar dilaksanakan.
"Ya, semisal tadi malam salat tarawih dimana, kemudian mengikuti kuliah subuh dimana, dan lain sebagainya."
"Intinya, kami akan terus melakukan upaya-upaya agar peristiwa tawuran atau perang sarung jangan sampai terulang lagi," ujar Was'ari. (*)
Baca juga: Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang, Tiga Pohon Ambruk Timpa Rumah Warga di Kejobong Purbalingga
Baca juga: Duh, Pekerja Proyek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Utang di Warung Makan hingga Rp145 Juta
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.