Berita Banyumas

Miliki Tramadol dan Hexymer Tanpa Resep Dokter, 2 Pemuda di Banyumas Terancam Penjara 10 Tahun

Polresta Banyumas mengamankan dua pemuda atas kepemilikan ribuan butir obat keras tanpa resep dokter.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Polresta Banyumas
DM (29), warga Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, diamankan anggota Satnarkoba Polresta Banyumas bersama barang bukti obat keras tanpa resep dokter, Jumat (13/1/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Polresta Banyumas mengamankan dua pemuda atas kepemilikan ribuan butir obat keras tanpa resep dokter.

Kini, masing-masing mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Kasat Narkoba Polresta Banyumas Kompol Guntar Arif Setiyoko mengatakan, dua pemuda yang diamankan masing-masing berinisial DM (29) dan EL (27).

DM merupakan warga Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. DM diamankan Satnarkoba Polresta Banyumas, Jumat (13/1/2023).

Baca juga: UMP Banyumas Gelar Kompetisi Lato-lato, Jadi Ajang Edukasi Soal Manfaat dan Bermain Aman

Baca juga: Tiga Rumah di Kembaran Banyumas Terbakar, Api Diduga dari Tungku Memasak

Sementara EL, merupakan warga Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. EL diamankan pada Minggu (15/1/2023) di sebuah kontrakan di Jalan Pemotongan Hewan Grumbul (Dusun) Pejagalan, Desa Ajibarang Wetan.

Guntar mengatakan, keduanya tidak saling burhubungan.

"Kami menerima informasi aduan dari masyarakat melalui call center Dumas tentang adanya seseorang yang diduga sering bertransaksi obat berbahaya," ujar Guntar, Senin (16/1/2023).

Dari tangan DM, petugas mendapati obat jenis Tramadol HCl 50 mg sebanyak 230 butir, Hexymer sebanyak 672 butir obat berwarna kuning bertuliskan mf.

"Sementara, saat menggeledah EL, petugas mendapati 60 lembar obat kemasan Tramadol HCl tablet 50 mg 740 butir obat warna kuning bertuliskan mf," imbuhnya.

Baca juga: Bupati Banyumas Lantik 102 Pejabat Baru, 7 Orang Dapat Promosi di Struktural Pemkab. Berikut Namanya

Baca juga: Dua Pelajar di Banyumas Terciduk Ikut Ujian Seleksi PPS Pemilu 2024, Daftar Pakai Ijazah SMP dan SD

Guntar mengatakan, saat ini, penyidik masih memeriksa kedua pemuda yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka itu.

Pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini.

Menurut Guntar, DM akan dijerat menggunakan Pasal 196 Jo Pasal 98 Undang Undang RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Sementara EL, dijerat Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam Pasal 60 angka 10 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 196 Undang Undang RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Masing-masing terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (*)\

Baca juga: Bukan di Pusat Kabupaten tapi Harga Tanah di Gemolong Sragen Tembus Rp5 Juta Per Meter, Kok Bisa?

Baca juga: Dieng Banjarnegara Masih Berstatus Waspada, Ini Daftar Tempat Wisata yang Aman Dikunjungi

Baca juga: BMKG Hari Ini: Perairan Pati-Rembang dan Karimunjawa Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi 2,5 Meter

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 16 Januari 2023: Tetap di Angka Rp1,08 Juta Per 1 Gram

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved