Berita Batang

Ada Korban Berumur 4 Tahun, Posko Kelurahan Terima 16 Aduan Baru Korban Sodomi Guru Ngaji di Batang

Sebanyak 16 orangtua melaporkan anak mereka menjadi korban sodomi guru ngaji berinisial M di Batang. Korban ada yang berusia 4 tahun.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
Tangkap Layar Youtube Kompas TV
Anggota Polres Batang, Kamis (5/1/2023), menangkap pria berinisial M (baju merah) yang dilaporkan melakukan sodomi kepada sejumlah anak di Batang. Terbaru, ada 16 orangtua yang melaporkan anak mereka menjadi korban M ke posko di kelurahan, bahkan ada korban berusia 4 tahun. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Kelurahan Proyonanggan Utara, Kecamatan/Kabupaten Batang bekerjasama dengan organisasi pemuda Andum Roso, membuat posko aduan terkait kasus sodomi yang dilakukan guru ngaji berinisial M (28).

Posko tersebut dipusatkan di kantor Kelurahan Proyonanggan Utara.

Kasus itu mencuat usai sejumlah orangtua korban mendatangi Polres Batang melaporkan tindakan pelecehan seksual dengan membawa bukti visum.

"Tujuan posko aduan ini tidak lain agar orangtua korban tidak bingung jika hendak melapor, kami bekerja sama dengan kepolisian."

"Dan ternyata, memang setelah kemarin ramai, semakin bertambah korban yang mau melapor," tutur Lurah Proyonanggan Utara, Surya Sudjana, saat ditemui, Jumat (6/1/2023).

Baca juga: Guru Ngaji Cabul di Batang Dikenal Aktif di Kegiatan Positif, Begini Modus Menjerat Korban Anak-anak

Baca juga: Oknum Guru Ngaji di Batang Diduga Cabuli 15 Anak Didiknya, Semua Korban Anak Laki-laki

Menurut Surya, anak didik M yang dikenal sebagai guru mengaji dan pelatih rebana tidak hanya di satu dukuh tetapi juga didukuh lain.

"Siang ini, sudah ada tambahan enam orang lagi yang melaporkan sebagai korban, yang melapor resmi ke kami, saat ini, jumlahnya ada 16 orang. Kemungkinan masih akan bertambah," ujarnya.

Pihaknya juga saat ini lebih fokus pada tindak lanjut penanganan psikologi para korban.

Mengingat, para korban ini masih dalam usia 4 tahun hingga 14 tahun sehingga perlu pendampingan intensif.

"Siang ini juga, ada konseling yang langsung ke rumah-rumah korban, kegiatannya tertutup agar tidak menarik perhatian masyarakat," ujarnya.

Selain posko di kantor kelurahan, sebelumnya, Polres Batang bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Batang juga mendirikan posko pengaduan.

Baca juga: Polda Jateng Tangkap 5 Perampok Bersenjata di Rumah Mewah Juragan Telur Haji Pelet Batang

Baca juga: Terekam Kamera Tawuran di Jalan Raya Kandeman, Sejumlah Remaja Digiring ke Polres Batang

Kasatreskrim POlres Batang AKP Yorisa Prabowo mengatakan, secara resmi, hingga Jumat pagi, pihaknya menerima delapan laporan dari orangtua korba.

Sementara, kepada penyidik, M mengaku mencabuli sembilan anak.

Namun, Yorisa memastikan, penyidik terus mendalami kasus ini dan menduga jumlah korban terus bertambah.

Diberitakan sebelumnya, orangtua dari belasan anak di Kecamatan/Kabupaten Batang, Kamis (5/1/2023), mengantar anak mereka ke rumah sakit untuk menjalani visum karena diduga menjadi korban percabulan atau sodomi guru mengaji mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved