Jumat, 24 April 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG Minta Warga Jateng Siaga, Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Diprediksi Terjadi saat Libur Nataru

BMKG memperingatkan warga Jawa Tengah untuk siaga akibat cuaca ekstrem saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), mulai Sabtu (24/12/2022).

Editor: rika irawati
TRIBUNJOGJA/DOK ISTIMEWA
Ilustrasi hujan disertai angin kencang. BMKG memperingatkan warga Jawa Tengah untuk siaga akibat cuaca ekstrem saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), mulai Sabtu (24/12/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta warga Jawa Tengah mulai siaga terkait dampak cuaca saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), 25 Desember-1 Januari 2023.

BMKG memprediksi, selama periode tersebut, Jawa Tengah akan diguyur hujan lebat dan sangat lebat.

Khususnya pada Sabtu (24/12/2022), prakiraan berbasis dampak BMKG menunjukkan potensi siaga.

"Khusus untuk tanggal 24 Desember 2022, potensi siaga dari prakiraan berbasis dampak perlu diwaspadai di sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan," ungkap Dwikorita melalui siaran pers, Selasa (20/12/2022).

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Semarang: Waspada Rob di Pesisir Utara saat Libur Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Polda Jateng Siapkan Rekayasa Lalu Lintas, 21,5 Juta Kendaraan Diperkirakan Masuk saat Libur Nataru

Menurut hasil pantauan BMKG, potensi cuaca siaga dan hujan lebat tersebut dipengaruhi oleh dinamika kondisi atmosfer di sejumlah daerah.

Sementara itu, disampaikan potensi awan kumulonimbus di wilayah udara Jateng kaitannya dengan jalur penerbangan memiliki presentase cakupan spasial lebih dari 75 persen selama 7 hari ke depan, 21-27 Desember 2022.

Lebih lanjut, potensi gelombang laut di wilayah perairan Jateng pada 23-27 Desember 2022 diprediksi setinggi 4-6 meter.

Ketinggian gelombang ini juga perlu diwaspadai.

Mempersiapkan potensi tersebut, Dwikorita mengimbau pemerintah memastikan infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Lalu, menata lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, melakukan penghijauan, dan tidak menebang pohon secara liar.

"Masyarakat pengguna transportasi angkutan penyeberangan perlu meningkatkan kewaspadaan sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi kondisi tersebut," jelasnya.

Baca juga: Angkutan Berat Dilarang Melintas Tol dan Jalan Arteri saat Libur Nataru: Nekat, Dikurung!

Baca juga: Tim Satgas Pangan Polda Jateng Jamin Ketersediaan Stok saat Nataru, Ini Skema yang Disiapkan

Kemudian, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh, serta menguatkan tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang

Selanjutnya, pemerintah daerah diminta menggencarkan sosialisasi, edukasi, agar meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan risiko bencana hidrometeorologi.

Bencana yang dimaksud di antaranya, bencana banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, dan gelombang tinggi.

Lalu, lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved