Berita Nasional

Terpidana Bom Bali 1 Umar Patek Bebas Bersyarat, Pemerintah Australia Kecewa

Pemerintah lewat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia membebaskan terpidana kasus Bom Bali 1 Hisyam bin Alizein alias Umar Patek.

Editor: rika irawati
SURYA/m taufik
Terpidana kasus Bom Bali 1 Umar Patek dan istrinya, Ruqayyah, saat bertemu wartawan di Lapas Porong Sidoarjo, Rabu (20/11/2019). Umar Patek menghirup udara bebas sejak Rabu (7/12/2022), lewat program pembebasan bersyarat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membebaskan terpidana kasus Bom Bali 1 Hisyam bin Alizein alias Umar Patek.

Umar Patek dapat menghirup udara bebas setelah mendapatkan program Pembebasan Bersyarat (PB), Rabu (7/12/2022).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Rika Aprianti mengatakan, Umar, saat ini, menyandang status Klien Pemasyarakatan Badan Pemasyarakatan (Bapas) Surabaya.

"Pada hari ini, 7 Desember 2022, Hisyam bin Alizein Alias Umar Patek, dikeluarkan dari Lapas Kelas I Surabaya, dengan Program Pembebasan Bersyarat," kata Rika dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Baca juga: Peracik Bom Bali 1 Umar Patek Terima Remisi 5 Bulan, PM Australia Protes

Baca juga: Garil Anak Korban Bom Bali I Bertemu Ali Imron Pelaku Pengeboman, Satu Pertanyaan Ini yang Diajukan

Rika menuturkan, meski telah dinyatakan bebas bersyarat, Umar harus mengikuti program bimbingan pada Bapas Surabaya hingga 29 April 2030.

Menurutnya, jika sejak dibebaskan hingga batas waktu tersebut Umar melakukan pelanggaran, status bebas bersyaratnya akan ditangguhkan.

"Apabila sampai dengan masa itu terjadi pelanggaran maka hak bersyaratnya akan dicabut," ujar Rika.

Rika mengatakan, bebas bersyarat merupakan hak yang diberikan Ditjen Pas kepada seluruh narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif.

Di antara syarat itu adalah telah menjalani dua pertiga masa hukuman, berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan, serta menunjukkan penurunan risiko.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan.

"Persyaratan khusus yang telah dipenuhi oleh Umar Patek adalah telah mengikuti program pembinaan deradikalisasi dan telah berikrar setia NKRI," kata Rika.

Selain itu, kata Rika, Umar Patek juga telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror agar mendapatkan pembebasan bersyarat.

"Telah direkomendasikan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Detasemen Khusus 88 (Densus 88)," kata Rika.

Australia Kecewa

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved