Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jateng

Jawa Tengah Kini Jadi Primadona Pengembangan Industri, Ini Sebabnya

Di tengah isu upah minimum provinsi (UMP) terendah se-Jawa, Jawa Tengah justru jadi primadona bagi para investor untuk mengembangkan industrinya.

Tayang:
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: Pujiono JS
IST
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat meninjau pabrik PT Hwa Seung Indonesia (HWI) di Kabupaten Pati, Rabu (7/12/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Di tengah isu upah minimum provinsi (UMP) terendah se-Jawa, Jawa Tengah justru jadi primadona bagi para investor untuk mengembangkan industrinya.

Hingga akhir tahun ini setidaknya sudah ada 97 perusahaan yang merelokasi pabriknya ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

Salah satunya adalah PT Hwa Seung Indonesia (HWI) yang sudah memulai ekspansi dengan membangun pabrik baru di wilayah Kabupaten Pati dan berpeluang menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja pada tahun 2025 mendatang.

Relokasi Ganjar
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat meninjau pabrik PT Hwa Seung Indonesia (HWI) di Kabupaten Pati, Rabu (7/12/2022).

Gurbernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan ekspansi PT HWI tersebut merupakan bukti kepercayaan para investor kepada Jawa Tengah.

Kepercayaan itu tentu harus terus dijaga di tengah kondisi seperti ini. Salah satunya adalah menjaga kondusifitas industri di Jawa Tengah.

"Ini musti dijaga dan kita juga sudah mendapatkan informasi beberapa pabrik yang ada di tetangga kiri-kanan kita sudah mengurangi produksi. Menariknya di Jawa Tengah masih stabil bahkan kemarin kurang lebih ada 97 (perusahaan) yang relokasi ke Jawa Tengah, gede itu," kata Ganjar saat meninjau pabrik PT HWI di Kabupaten Pati, Rabu (7/12).

Ganjar berharap setelah PT HWI dan 97 pabrik lainnya itu, akan ada lebih banyak lagi perusahaan atau pabrik yang masuk ke wilayah Jawa Tengah.

Menurutnya, semakin banyak industri yang masuk maka serapan tenaga kerja di Jawa Tengah akan makin banyak.

"Artinya Jawa Tengah ini sebenarnya cukup menarik ya. Saya kira nanti kalau makin banyak industri masuk sini, serapan tenaga kerja makin banyak, perimbangan akan terjadi," katanya.

Perimbangan yang dimaksud Ganjar salah satunya berkaitan dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang nanti tidak terpaut jauh antara daerah satu dengan lainnya.

Tentu saja itu akan terjadi jika produktivitas dan kapasitas industri terus terjaga atau konsisten.

"UMK akan mirip, nanti akan mendekati seiring dengan produktivitas, seiring dengan juga kapasitas yang ada. Maka itu pasti akan berjalan. Nah hari ini nilai tambah itu bisa kita dapatkan untuk kita bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja," ungkapnya.

Konsistensi dalam menjaga produktivitas yang didukung dengan kondusifitas wilayah itu akan menjadi jaminan bermunculannya industri baru di Jawa Tengah.

Dengan kata lain, lapangan pekerjaan yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah dapat ditekan seiring masuknya investasi di Jawa Tengah.

"Hitung-hitungan saya sampai dengan akhir tahun depan itu PR saya yang musti dikejar salah satunya adalah lapangan pekerjaan. Nah ini kita bukakan. Saya terima kasih dari kawan-kawan banyak yang kemudian ekspansi pabriknya ke banyak tempat di Jawa Tengah. Ini kan ada di Jepara, Pemalang," kata Ganjar.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved