Bus Masuk Jurang Sarangan

Cerita Warga Manyaran Batalkan Ikut Wisata ke Sarangan dan Bus Terjung ke Jurang: Firasat Tak Enak

Firasat tak nyaman menyelamatkan Asih, warga Manyaran, Kota Semarang, dari kecelakaan maut bus masuk jurang di Sarangan, Minggu (4/12/2022).

TRIBUNBANYUMAS/Muhammad Fajar Syafiq Aufa
Karangan bunga duka dari Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atas kecelakaan maut rombongan wisata warga RT 05 RW 02 Manyaran, tiba di kantor kelurahan setempat, Minggu (4/12/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Firasat tak nyaman menyelamatkan Asih, warga RT 05 RW 02, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, dari kecelakaan maut di Jalan Tembus Cemorosewu-Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022).

Asih mengurungkan niat turut dalam rombongan wisata RW itu meski telah membayar lunas biaya perjalanan.

Asih mengatakan, untuk mengikuti wisata tahunan ini, setiap warga ditarik biaya Rp300 ribu.

Baca juga: Bus Wisata Rombongan Warga Manyaran Kota Semarang Terjun ke Jurang Sarangan Magetan, 7 Orang Tewas

Baca juga: Objek Wisata Mangrove Edupark Tambakrejo, Sabuk Hijau Terakhir Pesisir Kota Semarang

Diberitakan sebelumnya, bus PO Semeru yang membawa rombongan warga RT 05 RW 02 Manyaran, terjun ke jurang saat perjalanan menuju Telaga Sarangan.

Kecelakaan ini mengakibatkan tujuh orang tewas dan belasan lainnya terluka.

"Saya, sebelumnya, mau ikut karena diajakin anak saya. Tapi, firasatnya tidak enak jadi saya tidak ikut."

"Tapi, anak saya tetep ikut, katanya eman-eman sudah bayar tapi tidak berangkat," ungkapnya, Minggu.

Untuk kegiatan itu, pedagang angkringan ini mengangsur Rp50 ribu per bulan.

"Tidak apa-apa, itung-itung (uangnya) buat ngamal," ucapnya.

Baca juga: Catatan Pengelola Tol Semarang-Demak: Berswafoto dan Ambil Foto Pemandangan Jadi Penyebab Kecelakaan

Baca juga: Persiapan Fisik dan Taktik Jauh Lebih Matang, PSIS Semarang Yakin Menangi Duel Kontra Madura United

Selain beralasan memiliki firasat tidak enak, Asih mengatakan, takut ikut rombongan wisata karena medan menuju lokasi wisata sangat ekstrem.

Pasalnya, ia pernah mengunjungi tempat wisata sekitaran Sarangan bersama suaminya saat masih hidup.

"Soalnya, saya lihat jalanya, takut. Saya pernah ke sana sama bapak, naik bus gitu, jalannya itu nanjak turun dan sempit, pinggirnya jurang-jurang jadi saya diajak lagi tidak mau," ujarnya.

Sementara, warga RT 05 RW 02, Manyaran, terlihat bergotong-royong memasang kajang di rumah warga yang berduka.

Terlihat pula karangan bunga duka cita dari Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di kantor Kelurahan Manyaran. (*)

Baca juga: Warga Karanganyar Gelar Deklarasi Ganjar Capres 2024, Ini Alasan Mereka

Baca juga: Panen Energi Surya di Pinggiran Sungai Tajum Banyumas Sulap Kaliurip Jadi Desa Mandiri Energi

Baca juga: Kisah Nurdin Meminang Nida Meskipun Rumahnya Hancur dan Adiknya Meninggal Dunia akibat Gempa Cianjur

Baca juga: Panik, Warga Candipuro Bergegas Lari saat Semeru Erupsi. BNPB Catat Ada 1979 Pengungsi di 11 Lokasi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved