Sekeluarga Meninggal di Magelang

Paman Sanggah Motif DDS Meracuni Orangtua dan Kakak karena Terbebani Jadi Tulang Punggung Keluarga

Paman tersangka menyebut pihaknya menyanggah motif yang disampaikan tersangka untuk menghabisi keluarganya.

Editor: Pujiono JS
Tribun Jateng
Sosok DDS yang tega meracuni orangtua dan kakaknya di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Polisi menetapkan Dhio Daffa Syadilla alias DDS sebagai tersangka kasus pembunuhan Abas Ashar (ayah), Heri Riyani (ibu), serta Dea Chairunisa (kakak) di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah pada Senin (28/11/2022).

Menurut polisi, pemuda tersebut tega meracuni orangtua dan kakak kandung hingga tewas lantaran sakit hati dan merasa terbebani ekonomi karena menjadi tulang punggung keluarga.

Namun ternyata paman tersangka sekaligus kakak kandung dari korban Heri Riyani, Sukoco (69) mengatakan, pihaknya menyanggah motif yang disampaikan tersangka untuk menghabisi keluarganya.

Rumah korban ketika dipasangi garis polisi saat olah TKP di Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (28/11/2022)
Rumah korban ketika dipasangi garis polisi saat olah TKP di Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (28/11/2022) (TRIBUNJOGJA.COM/Nanda Sagita Ginting)

"Sama sekali tidak betul (motifnya). Kalau soal duit (uang) itu ya saya lihat itu, cukup lah. Wong, dia (tersangka) tidak bekerja kok, kalau jadi tulang punggung itu dasarnya apa kan cuma untuk pembelaan diri saja. Orang tua yang selama ini yang menanggung. Malah tiap bulan orangtuanya yang ngasih uangnya," ujarnya pada TribunJogja, Kamis (01/12/2022).

Tak hanya itu saja, Sukoco juga membantah kalau kedua orangtua tersangka mengidap penyakit.

Sukoco mengatakan selama ini, tidak pernah ada rekam jejak riwayat penyakit dari para korban.

"Kedua orang tua itu juga tidak pernah sakit, itu sehat semua," kata Sukoco.

Baca juga: PROFIL Dhio, Dua Kali Mencoba Meracuni Keluarga, Dikenal Pendiam tapi Suka Berfoya-foya

Baca juga: PROFIL Dhea Chairunisa, Perempuan yang Diracun Adiknya Sendiri di Magelang, Berencana Segera Menikah

Sementara itu, Sukoco malahan mengira tersangkalah yang memiliki beban berupa pinjaman.

"Ini yang saya masih cari dan gali apakah dia (tersangka) punya beban pinjaman di luar. Memang, sejauh ini belum ada yang menyampaikan," ucapnya.

Dengan begitu, Sukoco menyampaikan dengan tegas untuk menyanggah motif yang disampaikan oleh tersangka.

"Kalau motif itu, tetap saya sanggah. Bahwa saya tau persis Karena Almarhumah kalau ada apa-apa itu kita telpon, dan datang ke rumah," pungkasnya. (***)

Mobil Innova berplat K 17 DA yang digunakan tersangka DDS untuk mengambil dan menyimpan racun sianida dan arsenik. Polisi menahan mobil ini di Mapolresta Magelang, Rabu (30/11/2022) sebagai barang bukti kasus pembunuhan.
Mobil Innova berplat K 17 DA yang digunakan tersangka DDS untuk mengambil dan menyimpan racun sianida dan arsenik. Polisi menahan mobil ini di Mapolresta Magelang, Rabu (30/11/2022) sebagai barang bukti kasus pembunuhan. (Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Kerabat Korban Bantah Motif Tersangka Habisi 3 Anggota Keluarganya Karena Menanggung Beban

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved