Berita Kudus
Masih ada 7000 RTLH, Pemkab Kudus Prioritaskan Perbaikan Rumah Berdinding Bambu dan Lantai Tanah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mencatat masih ada 7000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang membutuhkan perbaikan.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mencatat masih ada 7000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang membutuhkan perbaikan.
Pemkab pun berjanji bakal meperbaiki rumah-rumah tersebut secara bertahap mulai tahun 2023.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Abdul Halil mengatakan, sebenarnya, setiap tahun, pihaknya mengajukan anggaran perbaikan RTLH.
"Kalau setiap tahun, pasti kami mengusulkan. Kalau berapa unit, tergantung kekuatan APBD," kata Halil.
Baca juga: Halaman Pendopo Kudus Direnovasi Habiskan Anggaran Rp3 Miliar, Ruang PKK Digusur Jadi Lahan Parkir
Baca juga: Genset Terlepas dari Gandengan Pikap Hantam Pemotor di Kudus, Seorang Tewas
Menurut Halil, perbaikan RTLH ini tak bisa dilakukan secara serentak. Apalagi, jika sepenuhnya menggunakan anggaran APBD.
"Nanti, prioritas yang pertama, secara bertahap, pasti akan kami usulkan," kata Halil.
Halil mengatakan, RTLH yang diprioritaskan untuk diperbaiki adalah rumah-rumah yang masih berdinding bambu dan berlantai tanah.
Selama ini, setiap RTLH mendapat bantuan perbaikan rumah senilai Rp15 juta.
Baca juga: Sepasang Remaja Berpakaian Seragam Sekolah Terekam Mesum, Diduga Terjadi di GOR Balai Jagong Kudus
Baca juga: Kabar Baik bagi Buruh di Kudus soal Pembahasan UMK 2023, Sesuai Harapan Pekerja?
Nominal tersebut, diakui Halil, kurang mencukupi. Dalam praktiknya, pemilik rumah masih harus merogoh kocek dan membutuhkan partisipasi warga sekitar untuk bergotong-royong.
"Dana perbaikan sebesar Rp15 juta itu stimulus, yang bersangkutan harus menyediakan dana, masyarakat sekitar juga harus terlibat gotong-royong," kata Halil.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, perbaikan RTLH juga melibatkan pihak lain yang juga memiliki program serupa.
Di antaranya, perusahaan swasta di Kudus, yakni PT Djarum, serta Baznas Kudus. (*)
Baca juga: Mampir Stand Mainan di Pospenas Expo, Istri Wali Kota Solo Selvi Ananda Beli Otok-otok Buat Anak
Baca juga: Berkumpul Bersama Perempuan Ulama dari 31 Negara, Ganjar: Ide-ide Mereka Up to Date
Baca juga: Akses Jalan ke Wisata Pantai Pulo Kodok dan Batamsari Kota Tegal Sudah Diperbaiki, Mulus!
Baca juga: Jalur Alternatif Banyumas-Brebes Putus Akibat Longsor, Ganjar Akan Bangun Jembatan Sementara