Berita Semarang

Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Pelajar di Sadeng Kota Semarang Jalan Kaki 1 Jam Menuju Sekolah

Warga Sukorejo dan Sadeng, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, meminta Pemkot Semarang memperbaiki jembatan penghubung yang ambrol sejak 2 tahun lalu.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf
Warga menuruni tangga sebagai akses menuju permukiman di Kelurahan Sukorejo dan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (9/11/2022). Ini mereka lakukan karena Jembatan Bendonsari yang menjadi penghubung Kelurahan Sukorejo dan Sadeng putus sejak dua tahun lalu dan belum diperbaiki. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Warga Sukorejo dan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperbaiki jembatan penghubung yang ambrol sejak dua tahun lalu.

Saat ini, anak-anak sekolah harus berjalan 1 jam menuju sekolah lantaran akses jembatan tak bisa dilewati.

Sementara, masyarakat umum, menaiki tangga yang terbuat dari kayu dan bambu untuk akses keluar masuk ke dua dusun tersebut.

Ketua RW 08 Kelurahan Sadeng, Dibyo, mengatakan, Jembatan Bendonsari yang menghubungkan Sukorejo dan Sadeng ambrol sejak dua tahun yang lalu.

"Ini sudah dua tahunan," jelasnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (9/11/2022).

Baca juga: 6.885 Calon Jemaah Haji Jawa Tengah Batalkan Pendaftaran, Kelamaan Masuk Daftar Tunggu

Baca juga: Warga Tambakaji Semarang Cek Sungai Beringin, Jembatan Semipermanen Dituding Pemicu Banjir Bandang

Banyak warga yang terhambat ketika berangkat maupun pulang kerja karena jembatan untuk akses keluar masuk desa itu tak bisa digunakan.

"Di sini, banyak yang bekerja di Puri Santika juga jadi harus putar balik lewat depan Perumahan Greenwood. Dan itu jaraknya jauh," ujarnya.

Sebagian warga juga ada yang memaksa melewati sungai jika sedang tidak banjir. Namun, saat ini, sudah jarang karena sedang musim hujan.

"Kalau hujan, banjir, mereka pada tak berani. Akhirnya, banyak yang tak masuk kerja," ungkapnya.

Selain itu, akses untuk anak-anak sekolah juga terganggu.

Baca juga: Jabat Posisi Baru di PSIS Semarang, Apa Saja Tugas M Ridwan? Ini Penjelasannya

Baca juga: Tol Semarang-Demak Bisa Digunakan pada Libur Nataru, Uji Fisik Dilakukan Mulai 19 November 2022

Banyak yang jalan kaki melalui jalan lain karena jembatan tersebut tak bisa dilalui.

"Kalau anak-anak tak berani lewat sungai. Dulu, jembatan itu memang penghubung. Akhirnya, mereka sekarang harus jalan kaki sekitar 1 jam karena jalannya berputar dan nanjak," imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan, Tukhairi, warga RT 01 RW 01, Kelurahan Sukorejo.

Saat ini, warga Sukorejo sudah tak berani melalui tangga yang ada di jembatan tersebut.

"Sekarang sudah lapuk dan jembatannya juga sudah retak-retak. Warga pilih lewat sungai," paparnya.

Dia berharap, Pemerintah Kota Semarang segera memperbaiki jembatan tersebut.

Pasalnya, keberadaan Jembatan Bendonsari penting untuk warga.

"Kami berharap (jembatan) segera diperbaiki. Ini sudah satu tahun. Kalau bisa diperbaiki lebih baik lagi," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Curhatan Warga Sadeng Semarang Terisolasi karena Jembatan Putus, Harus Pakai Tangga untuk Lewat".

Baca juga: 28 Orang dari PT Afi Farma Diperiksa Bareskrim Polri, Terkait Temuan Obat Sirop Tercemar EG dan DEG

Baca juga: Bantu Warga Nikmati TV Digital, Pemkot Pekalongan Usulkan 13 Ribu Keluarga Miskin Dapat STB Gratis

Baca juga: TMMD Sengkuyung Banyumas Ditutup, Jalan Penghubung Karangtengah-Sambirata Kini Mulus dari Beton

Baca juga: Kolor Ijo Teror Warga Karanggintung Banyumas. Pelaku Diamankan, Kini Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved