Berita Purbalingga
Luncurkan 'Ceting Sega', Puskesmas Kutasari Purbalingga Beri Makanan Tambahan untuk Cegah Stunting
Puskesmas Kutasari Purbalingga meluncurkan inovasi 'Ceting Sega' atau Cegah Stunting Segera dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Puskesmas Kutasari Purbalingga meluncurkan inovasi 'Ceting Sega' atau Cegah Stunting Segera dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di kecamatan tersebut.
Ceting Sega ini merupakan kebijakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada kelompok sasaran, mulai dari kelompok umur 6-8 bulan, 9-11 bulan, 12-23 bulan, 24-59 bulan, remaja, dan ibu hamil.
"PMT ini kami berikan saat di Posyandu, baik Posyandu Balita, Posyandu Ibu Hamil, maupun Posyandu Remaja," kata Kepala Puskesmas Kutasari Dorys Day S, dalam rilis yang diterima, Senin (7/11/2022).
Baca juga: Cegah Stunting, Dinkes Purbalingga Ajak Orangtua Beri Anak ASI Eksklusif
Baca juga: 14 Stand Ikuti Roadshow UMKM di Kutasari Purbalingga, Upaya Pemulihan Ekonomi
Puskesmas Kutasari menyusun aneka resep PMT menggunakan bahan makanan lokal yang mudah didapat namun bernutrisi tinggi.
Di antaranya, makanan yang berbahan ikan teri, telur, daun kelor, tahu, ikan lele, wortel, yang disesuaikan dengan kelompok umur.
"Ada juga, untuk remaja, karena remaja juga potensial mengalami stunting, apalagi remaja yang anemia," katanya.
Dorys menyebut, penyebab stunting di Kecamatan Kutasari umumnya karena pola makan yang kurang bergizi.
Namun, setelah dilakukan sosialisasi intervensi dengan makanan yang bergizi dan seimbang, kasus stunting berkurang.
Untuk mewujudkan Ceting Sega ini dibutuhkan kerjasama lintas sektor, baik segi lingkungan, pendidikan, dan makanan.
Dalam kesempatanitu, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama terkait Ceting Sega, yakni oleh bupati, ketua DPRD, Forkopimcam, kepala Puskesmas, kepala desa, dan unsur lain masyarakat.
"Pemerintah pusat sudah mengalokasikan PMT melalui Dana Desa (DD) di setiap desa, yakni PMT Penyuluhan atau untuk pencegahan stunting."
"Apabila tidak bisa diatasi di desa, baru diatasi di tingkat puskesmas melalui anggaran PMT Pemulihan stunting," katanya.
Baca juga: Dibiayai DAK, Warga 4 Desa di Purbalingga Kini Dapat Menikmati Fasilitas Sanitasi dan Air Minum
Baca juga: Ingin Uang Tambahan, Petani di Purbalingga Jadi Bandar Judi Dadu. Kini Terancam 10 Tahun Penjara
Bupati Purbalingga Dyah hayuning Pratiwi mengungkapkan, Kecamatan Kutasari, khususnya Desa Karangaren, sempat menjadi pilot project percobaan Kemenkes dalam menurunkan stunting.
Hasilnya, kasus stunting bisa diturunkan 6 persen hingga dalam 6 bulan.
"Angka stunting kita sekarang 15,1 persen dan di tahun 2024, presiden menargetkan angka stunting bisa turun menjadi 14,4 persen."
"Ini bukan suatu hal yang sulit, menurut saya. Harapan saya, di tahun 2023, kita sudah bisa raih angka stunting 14,4 persen, syukur lebih rendah dengan mereplikasi keberhasilan yang dilakukan di Karangaren," katanya. (*)