Berita Purbalingga

Pergerakan Tanah di Karangreja Purbalingga Masih Terjadi, Setiap 10 Menit Tanah Turun 1 Sentimeter

BPBD Purbalingga menggandeng Tim Geologi Unsoed Purwokerto untuk menangani ganah gerak di dua wilayah di Kecamatan Karangreja.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/PEMKAB PURBALINGGA
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengunjungi warga korban longsor di pos pengungsian di Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Rabu (26/10/2022) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga menggandeng Tim Geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dalam penanganan tanah gerak di Kecamatan Karangreja.

Hasil pengecekan, pergerakan tanak mengakibatkan penurunan tanah 1 sentimeter dalam setiap 10 menit.

Pergerakan tanah tersebut terjadi di permukiman warga di Dukuh Cumbut, Desa Tlahab Lor, dan Dukuh Petung, Desa Siwarak, di Kecamatan Karangreja, Selasa (25/10/2022).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga M Umar Faozi mengungkapkan, Tim Geologi Unsoed bertugas memberikan analisis ilmiah untuk langkah lanjutan.

"Apakah masyarakat yang ada di sini perlu direlokasi atau tidak, dengan cukup memberikan intervensi terhadap rekahan tanah yang ada di beberapa rumah," katanya dalam rilis yang diterima, Kamis (27/10/2022).

Baca juga: 48 Rumah di Desa Siwarak, Purbalingga, Rusak Akibat Tanah Begerak, Warga Mengungsi ke 3 TPQ

Baca juga: Pencari Rumput Hanyut saat Seberangi Sungai Pekacangan Purbalingga, Tim SAR Gabungan Sisir Lokasi

Umar mendeskripsikan, dampak dari tanah bergerak di dua desa ini hanya ada rekahan-rekahan tanah yang ukurannya tidak terlalu lebar.

Paling lebar, rekahan mencapai 10 sentimeter. Rata-rata, rekahan belum sampai pada rumah atau mengakibatkan dinding ambruk.

Di Dukung Petung, Desa Siwarak, pergerakan tanah terpantau mengakibatkan penurunan tanah 1 sentimeter setiap 10 menit.

"Mudah-mudahan, ini segera berhenti pergerakannya. Dengan demikian, kami segera melakukan penanganan dan pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing dengan aman," katanya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan second opinion atas kejadian ini.

Sehingga, kebijakan yang akan diambil pemerintah bisa tepat.

"Kami berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada pengungsi dengan mencukupi kebutuhan mereka, terutama kebutuhan pangan yang bergizi dan sehat," katanya.

Saat ini, warga terdampak pergerakan tanah mengungsi di dua lokasi, yakni di Gedung TPQ, Desa Tlahab Lor, dan TPQ Miftahul Ulum, Desa Siwarak.

Baca juga: Pesona Keindahan Curug Sumba Purbalingga

Baca juga: Lada Putih Hasil Pertanian Purbalingga Diekspor ke Jepang, Tahap Pertama Dikirim 20 Ton

Rabu (26/10/2022) malam, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengunjungi para pengungsi.

Dalam kunjungannya, bupati tak hanya memberi semangat warga tetapi juga membagikan makanan dan susu bagi anak-anak di pengungsian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved