Berita Demak

Pembagi Amplop saat Pilkades Bulusari Ternyata Anggota DPRD Demak, Begini Pengakuannya

Aksi bagi-bagi amplop saat pemilihan kepala desa di Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Minggu (16/10/2022), ternyata dilakukan anggota DPRD.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok pribadi
Sahid (kopiah putih) bersama saksi melaporkan aksi penandukan, di Polres Demak. Tindakan tidak menyenangkan ini diterima Sahid saat merekam aksi bagi-bagi amplop oleh timses satu calon dalam pilkades di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Minggu (16/10/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Aksi bagi-bagi amplop saat pemilihan kepala desa di Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Minggu (16/10/2022), ternyata dilakukan seorang anggota DPRD Demak, Mutohar.

Mutohar berkilah, aksi tersebut bukan politik uang agar warga mencoblos calon kades tertentu namun sebagai uang transportasi.

Dia mengakui, amplop tersebut berisi uang Rp20 ribu.

Dalam pilkades tersebut, adik Mutohar merupakan satu di antara calon kades yang berkompetisi.

Mutohar pun mengatakan, uang transportasi itu dibagikan usai pencoblosan.

"Saya kasih Rp20 ribu, tidak ada foto adik saya," kilahnya.

Baca juga: Rekam Aksi Bagi-bagi Amplop saat Pilkades Bulusari Demak, Sahid Kena Tandukan hingga Hidung Terluka

Baca juga: Jagoannya Kalah di Pilkades, Warga Balerejo Demak Tutup Jalan di Samping Rumah

Mutohar mengatakan, pembagian amplop ini dilakukan untuk mengimbagi timses pihak lawan yang menurut Mutohar juga membagikan uang kepada masyarakat, Sabtu (15/10/2022) malam sebelum pencoblosan.

"Kebetulan, malam-malam sebelum pencoblosan, dia (Sahid) membagi amunisi (amplop) juga di wilayah Sayung, kan beliaunya satu RW dengan saya," ucapnya.

Sementara, terkait penandukan yang dilaporkan korban atas nama Sahid, Mutohar membantah.

Menurutnya, bukan penandukan namun benturan terjadi saat keduanya berusaha mengambil handphone milik Sahid yang jatuh.

Saat itu, timses yang ingin melihat video hasil rekaman Sahid namun Sahid melarang. Hingga akhirnya, terjadi kericuhan dan mengakibatkan telepon seluler milik Sahid jatuh.

Baca juga: Menantang Maut! Pemotor di Demak Harus Lewat Jembatan Bambu Demi Perpendek Jarak Tempuh 20 Km

Baca juga: Suporter Lempari Pemain, Kecewa Persiku Kudus Hanya Mampu Bermain Imbang 1-1 Lawan PSDB Demak

Saat itulah, dia yang berhadapan dengan Sahid berniat mengambil ponsel tersebut bebarengan dengan Sahid hingga akhirnya, benturan terjadi.

"Akhirnya, (Sahid) saya suruh pergi agar tidak tambah ribut, nanti malah buat geger, buat ulah," ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Demak AKP Mochamad Zazid mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini.

"Kurang lebih ada laporan itu, ada persilihan saat pencoblosan, salah satu pihak merekam dan salah satu pihak keberatan direkam," kata Zazid.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved