Berita Solo
BPBD Solo Beberkan 30 Titik Rawan Bencana, Waspada Cuaca Ekstrem!
BPBD Solo mengimbau masyarakat untuk sadar bencana terkait dampak dari cuaca ekstrem. BPBD Solo juga membeberkan 30 daerah rawan bencana.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Solo mengimbau masyarakat untuk sadar bencana terkait dampak dari cuaca ekstrem.
BPBD Solo juga membeberkan 30 daerah rawan bencana di Solo, Jawa Tengah.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terkait adanya cuaca ekstrem yang akan terjadi pada 9-15 Oktober 2022 di daerah Jawa Tengah, termasuk di Solo.
Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto menyatakan, jika masyarakat sadar akan bencana akibat cuaca ekstrem, dengan begitu masyarakat akan lebih siap bila terjadi bencana.
Baca juga: 3 Polisi dan 1 TNI di Solo Terlibat Pencurian Kabel Telkom, Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara
"Kami mengimbau masyarakat untuk sadar bencana.
Sehingga, dalam menangani bencana, membaca potensi bencana bisa mempersiapkan diri," ucapnya melalui sambungan telepon kepada TribunBanyumas.com, Rabu (12/10/2022).
Selain itu, Nico menyampaikan dalam beberapa hari terakhir Kota Solo dilanda hujan deras yang disertai angin.
Bahkan, ada laporan mengenai pohon tumbang di beberapa titik.
"Tiga hari terakhir memang terjadi hujan lebat yang disertai angin.
Akibatnya ada beberapa titik di Kota Solo, terjadi pohon tumbang," jelasnya.
Baca juga: Gegara Obat Kuat Pasutri Solo Ditemukan Tewas saat Bulan Madu di Hotel Karanganyar
Oleh karena itu, pihaknya menyiagakan personel 24 jam sebagai antisipasi.
Bahkan, dia juga menggandeng pihak relawan untuk saling bersinergi menghadapi kemungkinan bencana.
"Kami setiap hari 24 jam siaga.
Totalnya ada 19 orang dan dibagi 4-5 orang setiap sifnya.
Kita kuatkan koordinasi dengan relawan atas potensi bencana.
Kita juga koordinasi SKPD terkait juga, lembaga nonpemerintah kita komunikasikan untuk menangani apabila ada bencana di Kota Solo," ungkapnya.
Titik Rawan Bencana
Nico menyebut, pihaknya sudah memitigasi puluhan titik rawan bencana yang ada di Kota Solo.
Khususnya titik yang rawan bencana banjir dan genangan, di antaranya adalah sungai Premulung, Jenes, Mojo, dan Tipes.
"Titik yang diwaspadai sudah ada penetapan.
Kita sudah ada 30 titik rawan bencana khususnya yang rawan banjir atau genangan.
Tentunya bantaran sungai yang paling rawan karena ada luapan sungai.
Juga sepanjang sungai-sungai di kota ini saya mohon untuk diwaspadai," tuturnya.
Baca juga: Akhirnya Suporter Solo dan Jogja Bersatu: Aksi Solidaritas dan Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan Malang
Dia menjelaskan, ada sedikit perubahan pada titik rawan bencana tahun ini daripada 2021 lalu.
Menurutnya perubahan tersebut dikarenakan adanya pembangunan drainase yang belum selesai.
"Hampir sama, mungkin karena pembangunan drainase sampai sekarang belum selesai.
Drainase yang sedang dibangun ini juga menjadi salah satu pemetaan kita pada daerah menjadi rawan genangan atau banjir," jelasnya.
Sedangkan, pada 2021 setidaknya ada 15 titik rawan bencana.
Mulai dari kelurahan rawan bencana yakni Kelurahan Sewu, Serengan, Jebres, Sangkrah, Mojo, Sumber, Kedung Lumbu, Pajang.
Kemudian, Banjarsari, Semanggi, Kadipiro, Gandekan, Banyuanyar, Joyontakan, dan Joyosuran. (*)
Baca juga: Gegara Penutupan Jembatan, Wali Kota Solo Gibran Tak Berani Blusukan selama 2 Bulan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/peta-bencana-banjir-solo.jpg)